Bappeda Tinjau Sidang Yustisi PKL di Jakbar

Rabu, 21 Desember 2016 Reporter: Jhon Syah Putra Kaban Editor: Andry 4190

Jumlah Penindakan Pelanggar Yustisi Diminta Diperbanyak

(Foto: Yopie Oscar)

Tim monitoring dan evaluasi (monev) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta meninjau pelaksanaan sidang yustisi yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP DKI di Kantor Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Catatan kita di sini harusnya tahun depan bisa diperbanyak

Kabid Pemerintahan Bappeda DKI Jakarta, Andriansyah mengatakan, selama ini sidang yustisi yang digelar Satpol DKI Jakarta sebanyak enam kali setahun dan hanya menjangkau 150 pelanggar dalam sekali sidang. 

"Catatan kita di sini harusnya tahun depan bisa diperbanyak. Setahun di angka 2000 pelanggar," katanya di lokasi, Rabu (21/12).

Menurut Andri, jumlah pelanggaran Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menduduki fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) di Ibukota cukup tinggi.

"Ini bentuk pidana yang diberikan dalam bentuk denda. Namun ke depan perlu koordinasi dengan Dinas KUMKMP DKI Jakarta untuk penataannya," tandasnya.

BERITA TERKAIT
 Ditertibkan, 58 PKL Jalani Sidang

58 PKL Jalani Sidang Yustisi di PN Jakut

Selasa, 04 Oktober 2016 2958

192 192 Pelanggar IMB di Jakbar Jalani Sidang Yustisi

192 Pelanggar IMB di Jakbar Jalani Sidang Yustisi

Jumat, 29 April 2016 12863

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3892

Rano tinjau Jalan Rusak Thamrin jati

Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan

Selasa, 03 Februari 2026 453

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 738

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 648

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1136

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks