Penderitaan tampaknya masih tak mau lepas dari para pengungsi banjir di Stadion Tugu, Koja, Jakarta Utara. Ya, setelah sejak beberapa hari lalu rumah mereka terendam banjir dengan ketinggian mencapai 1 meter, kini warga di pengungsian justru mulai diserang tomcat.
Mereka yang menjadi korbannya mengaku sudah sejak Minggu (19/1) lalu diserang hewan itu. Akibatnya, beberapa warga di pengungsian kini mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan dari petugas kesehatan di lokasi pengungsian.
Aida (26), salah seorang pengungsi yang berasal dari RT 07/03 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading mengaku sudah mengungsi di Stadion Tugu sejak Jumat (17/1). Ia dan para pengungsi lainnya tidur di tribun atas stadion. Pada Minggu (19/1) lalu, dirinya bersama putrinya bernama Ami (2) mengalami gejala terserang tomcat saat bangun dari tidur. "Suami saya lihat ada binatang di leher anak saya lalu dipencet. Gak tahu malah jadi luka dan membuat Ami demam," ujar Aida, Rabu (22/1).
Sebelumnya, kata Aida, ia sempat tidak tahu jika dirinya terserang tomcat. Setelah mengalami demam dan luka-luka di leher, tangan dan pelipis, Aida dan putrinya kemudian memeriksakan diri di posko kesetahan. Setelah diperiksa, baru diketahui jika ia dan anaknya terserang binatang tomcat.
Pengungsi lainnya, Eni (43), warga RT 01/03 Kelurahan Pegangsaan Dua, juga mengatakan hal serupa. Anaknya, Adit (4) juga terserang tomcat pada bagian bawah mata kanan pada Senin (20/1) lalu saat tidur. "Taunya begitu bangun anak saya bilang perih dan gatal. Bentol-bentol merah lalu menjadi seperti luka bakar," katanya.
Menanggapi hal ini, Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Utara, Bambang Suheri membenarkan jika beberapa pengungsi yang mendiami lokasi pengungsian Stadion Tugu seperti terserang tomcat. "Baru ketahuan waktu saya kunjungan tadi. Saya melihat luka-luka mereka seperti terserang tomcat. Dari pemeriksaan, ada tiga pengungsi yang mengalami bengkak sekitar wajah dan leher, seperti digigit tomcat," ujar Suheri, Rabu (22/1).
Namun dekimikian, untuk memastikan itu merupakan serangan tomcat atau bukan, dikatakan Bambang pihaknya akan berkordinasi dengan Sudin Peternakan, Perikanan dan Kelautan Jakarta Utara, sehingga bila memang wilayah tersebut positif terjangkiti tomcat, maka ia akan meminta dilakukan penyemprotan. "Kemungkinan bisa saja betul, karena lokasinya dekat rawa-rawa. Untuk yang terserang sudah kita kasih salep dan obat antibiotik," tandasnya.
Selanjutnya ia mengimbau kepada warga di tempat pengungsian bila melihat atau pun ditempeli dengan serangga tersebut, agar tidak langsung mematikannya dengan cara ditepuk. Sedangkan bila sudah gatal, agar tidak digaruk mlainkan cukup ditiup saja.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata
Kamis, 17 September 2026
2505
17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar
Senin, 14 September 2026
1203
Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing
Senin, 14 September 2026
964
111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis
Kamis, 17 September 2026
509
Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York