Pilkada Tak Berdampak Signifikan pada Perekonomian DKI

Senin, 14 November 2016 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Rio Sandiputra 4130

Pilkada Tak Berdampak Signifikan pada Perekonomian DKI

(Foto: Erna Martiyanti)

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017 tidak akan berdampak signifikan dengan perekonomian DKI Jakarta. Melihat dari nilai transaksi yang dikeluarkan selama Pilkada di DKI terpaut jauh dengan transaksi perekonomian di Ibukota setiap harinya.

Ekspektasi kami dampak ekonomi akan meningkat. Tapi dari beberapa simulasi yang dilakukan ternyata tidak akan berpengaruh banyak

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Fadjar Majardi mengatakan, total nilai transaksi selama Pilkada 2017 diperkirakan hanya sebesar Rp 1,1 triliun saja. Sementara aktivitas ekonomi di Jakarta bisa mencapai Rp 6 triliun per harinya.

"Ekspektasi kami dampak ekonomi akan meningkat. Tapi dari beberapa simulasi yang dilakukan ternyata tidak akan berpengaruh banyak. Karena nilai transaksinya hanya kecil," kata Fadjar, di Kepulauan Seribu, Senin (14/11).

Fadjar mencatat nilai transaksi di Jakarta selama satu tahun bisa mencapai Rp 2.190 triliun. Sementara pelaksanaan Pilkada hanya berjalan selama tiga bulan saja.

"Jika dibandingkan transaksi tiga bulan di DKI bisa mencapai Rp 500 triliun lebih, sementara Pilkada hanya Rp 1,1 triliun saja, perbandingannya jauh. Jadi dampaknya kecil," ucapnya.

Dia menambahkan sedikitnya nilai transaksi Pilkada ini salah satunya karena adanya aturan baru. Dimana setiap pasangan calon tidak dibebankan sepenuhnya untuk membuat alat peraga kampanye. Sebagian dibuat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sementara alat peraga yang dibuat oleh pasangan calon dibatasi.

Faktor lainnya yang juga mempengaruhi adalah kampanye lebih banyak dilakukan melalui media sosial (medsos). Dengan cara tersebut pasangan calon tidak perlu lagi mengeluarkan banyak anggaran. "Ini juga merupakan dampak dari teknologi, penggunaan media sosial lebih banyak," tandasnya.

Selain itu, Fadjar menambahkan Pilkada di DKI ini juga berbeda dengan daerah lainnya. Karena di Jakarta hanya memilih gubernur dan wakil gubernur saja. Sementara wali kota dan bupati ditunjuk langsung oleh gubernur terpilih nantinya.

"Itu juga menjadi faktor, Pilkadanya hanya memilih gubernur dan wakilnya saja. Jadi pelaksanaannya pun sedikit, berbeda dengan daerah lainnya dalam Pilkada serentak ini," ucapnya.

Sementara itu, jika dilihat secara nasional pelaksanaan Pilkada serentak 2017 yang diikuti oleh 101 daerah bisa menyumbang perekonomian hingga 0,1 persen saja. "Kalau secara nasional masih ada pengaruh yakni peningkatan 0,1 persen," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Plt Gubernur DKI Meminta Hadapi Pilkada, Birokrat Harus Netral

Plt Gubernur Ingatkan Kembali PNS Jaga Netralitas

Kamis, 10 November 2016 3686

Walikota Pastikan Posko Bersama Pilkada Berjalan Efektif

Posko Bersama Pilkada di Jakut Dipastikan Berjalan Efektif

Kamis, 10 November 2016 3444

100 Warga Kepulauan Seribu Belum Rekam e-KTP

100 Warga Kepulauan Seribu Belum Rekam E-KTP

Rabu, 09 November 2016 5818

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7128

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4817

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1961

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2493

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1056

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks