Jumlah Wisatawan ke Pulau Seribu Menurun

Sabtu, 25 Januari 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Dunih 9072

pulau_seribu_jakarta_dokbj.jpg

(Foto: doc)

Cuaca buruk disertai tingginya ombak yang melanda perairan Jakarta sejak awal Januari 2014 membuat kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu menurun hingga 90 persen. Tak ayal, para penyedia jasa wisata seperti usaha penginapan, penyewaan alat-alat menyelam (snokling), penangkaran reptil, hutan mangrove dan sebagainya mengalami rugi besar.

Biasanya, bila kondisi sedang normal, kunjungan wisatawan di akhir pekan mencapai 5.000 orang. Namun, sejak awal Januari lalu turun menjadi antara 80-100 orang setiap akhir pekannya.

Ketua Asosiasi Jasa Wisata Kepulauan Seribu, Micky, memprediksi situasi itu akan berlangsung sekitar dua bulan lamanya, yakni dari Januari hingga akhir Februari atau sampai cuaca membaik. Kondisi ini jelas nerugikan para pelaku usaha. Pasalnya, transaksi yang biasa terjadi di lokasi wisata Kepulauan Seribu mencapai Rp 1,6 miliar setiap akhir pekan (Sabtu dan Minggu).

"Pada hari biasa dari Senin sampai Jumat, perputaran uang sekitar Rp 100 juta. Kalau prediksi kita tentang gangguan cuaca benar terjadi hingga Februari, omzet akan hilang mencapai Rp 12 miliar," keluhnya, Sabtu (25/1).

Menurunnya jumlah pengunjung, kata Micky justru mendongkrak tarif usaha para penyedia jasa wisata. Dari yang biasanya paket liburan berkisar Rp 300 ribu-Rp 380 ribu per hari, sekarang ini bisa mencapai Rp 800 ribu-Rp 1,5 juta per hari.

"Itu dilakukan untuk meminimalisir hilangnya omzet. Lokasi wisata yang alami kenaikan seperti hutan bakau dan snorkling di Pulau Pramuka, Pantai Pulau Pari, Jembatan Cinta Pulau Tidung, penangkaran hewan di Pulau Harapan dan beberapa pulau lain," tukasnya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu, Asep Syarifudin mengakui, cuaca buruk memang menghambat aktivitas warga maupun wisatawan yang hendak ke pulau atau sebaliknya. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar para wisatawan dan warga pulau untuk tidak pergi melaut jika tidak terpaksa. Tahun ini pihaknya juga akan memberlakukan aturan kepada wisatawan yang ingin ke Pulau Seribu untuk memiliki asuransi, bila tidak akan ditolak datang ke pulau.

Mengenai logistik bagi para penduduk yang kesulitan mencari nafkah karena cuaca buruk, pihaknya juga sudah menginstruksikan kepada lurah dan camat agar memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok. Di samping itu, pihaknya juga dapat bantuan dari Bulog dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berupa beras sebanyak 50 ton.

"Namun, karena cuaca, yang bisa diantar dari daratan baru sebanyak 15 ton. Sisanya akan kita cari waktu yang pas," tandasnya.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9204

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3161

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3595

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1455

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1882

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks