Gudang Beras Oplosan di Pasar Induk Sudah Beroperasi Sebulan

Jumat, 07 Oktober 2016 Reporter: Nurito Editor: Nani Suherni 7070

Polisi Grebek Gudang Beras Oplosan di Pasar Induk

(Foto: Nurito)

Kepolisian menggerebek sebuah gudang beras di Pasar Induk Cipinang, Pulogadung, pada Rabu (5/10).

Beras impor Thailand dioplos dengan beras lokal asal Demak, untuk dijadikan beras premium. Kemudian mereka menjualnya dengan harga premium

Penggerebekan dilakukan lantaran di gudang itu diduga telah terjadi aktivitas mengoplos beras. Mabes Polri juga tengah memintai keterangan tujuh orang saksi dalam kasus ini.

Menanggapi penemuan itu, Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi mengatakan, gudang yang digunakan untuk mengoplos baru dikontrak pelaku selama sebulan. Pelaku rencananya mengontrak selama empat bulan. Ia mengaku tidak tahu kalau gudang itu digunakan untuk mengoplos beras.

"Memang ada yang sewa gudang empat bulan dan baru dipakai sebulan. Saya tidak tahu kalau ternyata gudang digunakan untuk mengoplos. Karena gudang di sini kan cukup banyak sekitar 100 gudang," kata Arief, Jumat (7/10).

Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukamto mengatakan, pada Rabu (5/10) sejumlah pekerja tengah mengoplos beras lokal asal Demak, Jawa Tengah, dengan beras impor Thailand. Beras impor ini merupakan beras impor cadangan (BCP) yang biasa digunakan untuk operasi pasar.

"Beras impor Thailand dioplos dengan beras lokal asal Demak, untuk dijadikan beras premium. Kemudian mereka menjualnya dengan harga premium," kata Ari Dono, saat melakukan olah tempat kejadian perkara di gudang Blok T2 Pasar Induk Beras Cipinang.

Menurutnya, hasil penyelidikan anggotanya, ada sekitar 1,5 juta ton beras impor Thailand yang masuk ke Jakarta tanpa melalui Delivery Order (DO) resmi. Beras itu kemudian sebanyak 400 ton masuk ke gudang di Pasar Induk Cipinang, 800 ke gudang Bulog Divre DKI di Kelapa Gading dan 300 ton lainnya masih dalam pencarian.

Para pelaku mengoplos dengan komposisi, beras lokal 2/3 persen dan beras impor 1/3. Setelah dioplos beras dikemas menjadi beras premium dan dijual seharga Rp 11 ribu per kilogram. Padahal ini berasal dari beras oplosan.

BERITA TERKAIT
Harga Beras di Pasar Induk Cenderung Stabil

Harga Beras di Pasar Induk Cenderung Stabil

Rabu, 05 Oktober 2016 5135

Dua Sapi Kurban Disembelih di Pasar Induk Beras Cipinang

Kuli Panggul Pasar Induk Beras Terima Daging Kurban

Selasa, 13 September 2016 6156

Tekan Harga Beras, PT Food Station Teruskan Gelar OP

PT Food Station Tjipinang Terus Gelar Operasi Pasar

Rabu, 05 Oktober 2016 7708

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2991

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1442

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 549

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1297

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1109

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks