Tanggul Kali Ciliwung di Kebon Baru Tidak Jebol

Rabu, 22 Januari 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Erikyanri Maulana 2969

jokowi_kebon_baru_yossy.jpg

(Foto: doc)

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo memastikan tanggul Kali Ciliwung di Jl H, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet tidak jebol. Karena tingginya volume air menyebabkan turap tersebut tergerus hingga aliran kali tersebut melimpas dan merendam pemukiman warga.

Setidaknya sebanyak 8.000 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam banjir akibat limpasan tersebut.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo pun sempat meninjau lokasi turap di Kali Ciliwung tersebut. Setibanya di lokasi, tanpa pikir pinjang, Jokowi langsung membuka sepatu, menggulung celana dan menaiki perahu karet meninjau lokasi. Tampak Walikota Jakarta Selatan Syamsuddin Noor dan Kepala Dinas PU DKI Manggas Rudi Siahaan tampak mendampingi Jokowi. Usai meninjau lokasi turap yang tergerus, Jokowi dan rombongakn kemudian mendatangi lokasi pengungsian di SDN 11 Tebet.

Jokowi kemudian menyerahkan bantuan seperti, sembako, selimut, buku tulis dan lain sebagai kepada para pengungsi. "Airnya melimpas hingga meluap bukan jebol. Karena tanggulnya kurang tinggi dan airnya sangat banyak," ujar Jokowi di sela-sela kunjungannya di Kebon Baru, Tebet, Rabu (22/1).

Orang nomor satu di ibu kota ini pun berjanji segera mendatangkan karung berisi pasir agar air tidak kembali meluap. "Nanti kalau surut segera ditahan menggunakan karung berisi pasir agar tidak meluap kembali," kata Jokowi.

Lurah Kebon Baru, Bambang Suhada mengatakan, 40 RT dan 6 RW terendam banjir akibat limpasan dari turap tersebut. Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 8.000 jiwa. Posko pengungsian pun telah disiapkan dengan enam dapur umum.

Diakui Bambang, dirinya mendapatkan laporan dari penjaga pintu air, bahwa turap jebol sekitar pukul 22.30 Selasa (21/1) malam. Namun pihaknya belum bisa memastikan karena saat itu karena kondisinya gelap dan air terus meluap. "Tapi setelah ditinjau pagi harinya, ternyata turap tidak jebol melainkan hanya terkikis sekitar 50 meter. Tapi air nya memang sudah melebihi turap sehingga air melimpas," kata Bambang.

Ia menyebutkan, di lokasi tersebut terdapat sebanyak enam pompa. Namun dalam kondisi seperti ini, pompa-pompa tersebut tidak bisa ginunakan karena ikut terendam. Posko pengungsian yang disediakan yakni di SDN 11 dan SDN 05 Tebet, Masjid Azahra, Kantor Kelurahan Kebon Baru, dan Gudang Peluru.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3791

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 738

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 648

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1520

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1134

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks