Djarot Ancam Tuntut Ahli Waris Makam Fiktif

Rabu, 03 Agustus 2016 Reporter: Suriaman Panjaitan Editor: Andry 3137

Djarot Ancam Tuntut Ahli Waris Makam Fiktif

(Foto: Reza Hapiz)

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengancam akan menuntut ahli waris makam fiktif dengan tuntutan pemalsuan dokumen.

Jika sampai 3 Agustus hingga 3 September tidak lapor, kami bisa tuntut pemalsuan data

Tuntutan tersebut dilayangkan jika ahli waris tidak melaporkan makam fiktif kepada Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta hingga batas waktu yang ditentukan.

"Jika sampai 3 Agustus hingga 3 September tidak lapor, kami bisa tuntut pemalsuan data," katanya, Rabu (3/8).

Djarot meminta, ahli waris makam fiktif mengikuti instruksi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ini. Terlebih, para ahli waris yang melaporkan makam fiktif dijanjikan akan diberikan perlindungan.

"Ahli waris yang di masa lalu memesan makam fiktif segera laporkan ke kami. Kami akan lindungi dan tidak kami tuntut," tegasnya.

Ia meyakini, dengan cara seperti ini, kasus makam fiktif yang marak ditemukan di Ibukota dapat cepat diselesaikan.

BERITA TERKAIT
Djarot Temukan 10 Makam Fiktif saat Sidak di Jakpus

Djarot Temukan 10 Makam Fiktif saat Sidak di Jakpus

Rabu, 03 Agustus 2016 4349

5 Makam Fiktif di TPU Tanah Kusir akan Dibongkar

5 Makam Fiktif di TPU Tanah Kusir akan Dibongkar

Jumat, 29 Juli 2016 8795

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 5961

Rano tinjau Jalan Rusak Thamrin jati

Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan

Selasa, 03 Februari 2026 965

Imlek glodok jati

Perayaan Imlek di Jakarta Bakal Lebih Semarak dan Berwarna

Selasa, 03 Februari 2026 781

IMG 20260203 191714

Pemprov DKI Gelar Tiga Sorti Operasi Modifikasi Cuaca Hari Ini

Selasa, 03 Februari 2026 766

Transjabodetabek blokM rezap

Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Diluncurkan Pekan Depan

Selasa, 03 Februari 2026 623

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks