Cuaca esktrim yang terjadi belakangan ini merimbas pada menurunnya tangkapan nelayan di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Akibatnya, pasokan di pelelangan ikan Muara Angke yang biasanya mencapai 80 ton, kini mengalami penurunan hingga mencapai 25 persen.
Salah seorang penjual ikan di Muara Angke, Nurul (21) mengatakan, kondisi tersebut mengakibatkan harga ikan mengalami kenaikan. Ia menyebut, ikan tongkol yang semula harganya Rp 12 ribu naik menjadi sekitar Rp17 ribu per kilogram. Begitu pun ikan tenggiri dan kakap yang biasa dijual Rp 35 ribu naik menjadi Rp 50 ribu per kilogram.
“Tinggi rendahnya harga ikan di pasaran tergantung pasokan. Saat ini suplai ikan sedang menurun cukup drastis,” ujarnya, Rabu (22/1).
Kepala Pelelangan Ikan Muara Angke, Ibrahim mengatakan, sejak November lalu tangkapan ikan sudah mulai menurun. Turunnya hasil tangkapan ini semakin diperparah oleh cuaca buruk yang melanda perairan Indonesia.
"November lalu sudah turun 10 persen, dan terus menurun hingga sekarang menjadi 25 persen dari tangkapan biasanya sekitar 70-80 ton," jelas Ibrahim.
Penurunan ini menurutnya akan terus terjadi seiring cuaca ekstrim hingga akhir Januari ini. Kemudian penurunan itu akan bertahan hingga sekitar bulan April nanti.
"Kemungkinan sepanjang Januari-April tangkapan turun menjadi sekitar 40 ton. Baru akan kembali naik sekitar Mei-Juli dan puncaknya Agustus sampai Desember antara 80-100 ton," tukasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
3410
Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini
Senin, 02 Februari 2026
737
BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026
Senin, 02 Februari 2026
646
Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital