Selasa, 21 Januari 2014
Reporter: Erna Martiyanti
Editor: Dunih
5791
(Foto: doc)
Bencana banjir di Jakarta tidak hanya melumpuhkan aktivitas perekonomian, tapi juga berimbas terganggunya pelayanan kesehatan di puskesmas. Sejak banjir melanda Jakarta sepekan lebih, setidaknya ada 17 puskesmas di DKI tidak dapat digunakan untuk sementara waktu karena terendam banjir.
Data dari Dinas Kesehatan DKI puskesmas yang terendam banjir yakni Puskesmas Semper Timur, Semper Barat, Kedoya Utara, Tegal Alur 2, Tegal Alur 3, Pademangan 2, Semanan 2, Bidara Cina 2, Bidara Cina 3, Kapuk 1, Kapuk 2, Rawa Buaya, Kedaung, Kali Angke, dan Cengkareng Barat 1. "Ada 17 puskesmas yang terendam banjir dan sementara waktu tidak dapat melayani warga," kata Dien Emmawati, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Selasa (21/1).
Dikatakan Dien, meski puskesmas tergenang pelayanan kesehatan tetap berjalan. Hanya saja, pelayanannya dialihkan ke posko kesehatan. Sebanyak 95 posko kesehatan telah didirikan oleh Dinas Kesehatan untuk melayani warga khususnya yang mengungsi. Posko kesehatan didirikan di tempat-tempat pengungsian, sehingga dekat dengan warga. "Kita juga dirikan posko kesehatan. Posko kita ada 95 titik. Dari puskesmas kita pindahkan ke posko kesehatan situ. Di posko obat-obatannya sama persis kayak di puskesmas," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga telah bekerjasama dengan beberapa rumah sakit sebagai rujukan. Penyakit yang paling banyak diderita pasien, di antaranya gatal-gatal, demam, flu, dan asma. Beberapa pasien telah dirujuk ke rumah sakit seperti RSUD Budhi Asih. Pasien yang dirujuk keluhannya berbagai macam di antaranya, menderita stroke, bayi kejang-kejang, demam tinggi, diare berat, dan asma berat.
Diakui Dien, persediaan obat-obatan masih cukup. Semua biaya pengobatan gratis untuk warga. Pihaknya juga bekerjasama dengan psikolog untuk memberikan edukasi kepada anak-anak. Mengingat jumlah pengungsi anak-anak juga tidak sedikit. "Ada beberapa pengungsi jenuh, kami bekerjasama dengan psikolog Jakarta memberikan edukasi kepada anak-anak dan pengungsi supaya tidak trauma," jelasnya.
Psikolog tersebut ditempatkan di pengungsian besar seperti di kantor sudin, GOR, Binawan, Borobudur, Gading Nias Kelapa Gading, Duta Indah, Gereja, Pengadegan, Bukit Duri, Manggarai, Kebon Baru, dan Rawajati. "Psikolog akan mengajak bermain dan mengobrol menghilangkan trauma mereka," ucap Dien.
Sementara total pasien yang sudah tertangani dari Senin (13/1) hingga Minggu (19/1) lalu mencapai 22.124 pasien. Sebanyak 21 pasien terpaksa dirujuk ke rumah sakit. "Penyakit muncul akibat lingkungan. Petugas kesehatan harus benar-benar mengawasi, dan bawa warga ke puskesmas terdekat jika sudah sakit," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda
Selasa, 28 Juli 2026
9234
Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang
Jumat, 31 Juli 2026
3202
14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak
Selasa, 28 Juli 2026
3625
MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis
Rabu, 29 Juli 2026
1915
Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman