17 Puskesmas di DKI Terendam Banjir

Selasa, 21 Januari 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 5608

puskesmas_banjir_ilustrasi.jpg

(Foto: doc)

Bencana banjir di Jakarta tidak hanya melumpuhkan aktivitas perekonomian, tapi juga berimbas terganggunya pelayanan kesehatan di puskesmas. Sejak banjir melanda Jakarta sepekan lebih, setidaknya ada 17 puskesmas di DKI tidak dapat digunakan untuk sementara waktu karena terendam banjir.

Data dari Dinas Kesehatan DKI puskesmas yang terendam banjir yakni Puskesmas Semper Timur, Semper Barat, Kedoya Utara, Tegal Alur 2, Tegal Alur 3, Pademangan 2, Semanan 2, Bidara Cina 2, Bidara Cina 3, Kapuk 1, Kapuk 2, Rawa Buaya, Kedaung, Kali Angke, dan Cengkareng Barat 1. "Ada 17 puskesmas yang terendam banjir dan sementara waktu tidak dapat melayani warga," kata Dien Emmawati, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Selasa (21/1).

Dikatakan Dien, meski puskesmas tergenang pelayanan kesehatan tetap berjalan. Hanya saja, pelayanannya dialihkan ke posko kesehatan. Sebanyak 95 posko kesehatan telah didirikan oleh Dinas Kesehatan untuk melayani warga khususnya yang mengungsi. Posko kesehatan didirikan di tempat-tempat pengungsian, sehingga dekat dengan warga. "Kita juga dirikan posko kesehatan. Posko kita ada 95 titik. Dari puskesmas kita pindahkan ke posko kesehatan situ. Di posko obat-obatannya sama persis kayak di puskesmas," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga telah bekerjasama dengan beberapa rumah sakit sebagai rujukan. Penyakit yang paling banyak diderita pasien, di antaranya gatal-gatal, demam, flu, dan asma. Beberapa pasien telah dirujuk ke rumah sakit seperti RSUD Budhi Asih. Pasien yang dirujuk keluhannya berbagai macam di antaranya, menderita stroke, bayi kejang-kejang, demam tinggi, diare berat, dan asma berat.

Diakui Dien, persediaan obat-obatan masih cukup. Semua biaya pengobatan gratis untuk warga. Pihaknya juga bekerjasama dengan psikolog untuk memberikan edukasi kepada anak-anak. Mengingat jumlah pengungsi anak-anak juga tidak sedikit. "Ada beberapa pengungsi jenuh, kami bekerjasama dengan psikolog Jakarta memberikan edukasi kepada anak-anak dan pengungsi supaya tidak trauma," jelasnya.

Psikolog tersebut ditempatkan di pengungsian besar seperti di kantor sudin, GOR, Binawan, Borobudur, Gading Nias Kelapa Gading, Duta Indah, Gereja, Pengadegan, Bukit Duri, Manggarai, Kebon Baru, dan Rawajati. "Psikolog akan mengajak bermain dan mengobrol menghilangkan trauma mereka," ucap Dien.

Sementara total pasien yang sudah tertangani dari Senin (13/1) hingga Minggu (19/1) lalu mencapai 22.124 pasien. Sebanyak 21 pasien terpaksa dirujuk ke rumah sakit. "Penyakit muncul akibat lingkungan. Petugas kesehatan harus benar-benar mengawasi, dan bawa warga ke puskesmas terdekat jika sudah sakit," tandasnya.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2313

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2277

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1692

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 965

IMG 20260314 160842

150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

Sabtu, 14 Maret 2026 1742

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks