Penghuni Keluhkan Tingginya Biaya Listrik Rusun Rawa Bebek

Kamis, 09 Juni 2016 Reporter: Nurito Editor: Nani Suherni 3935

Warga Rusun Rawa Bebek Keluhkan Tingginya Biaya Listrik

(Foto: Nurito)

Warga Rusun Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur mengeluhkan tingginya tagihan listrik di unitnya. Token yang dibelinya di pengelola rusun, isinya tidak sesuai dengan jumlah nominal yang dibeli.

Kami berharap biaya listrik tidak mahal. Kalau beli di luar Rp 50 ribu isinya bisa lebih dari 50 kilovolt ampere tapi kenapa di sini tidak

Bambang (61), penghuni Blok A108 mengaku, setiap minggu ia membeli token Rp 50 ribu, namun isinya hanya 36 kilovolt ampere. Sehingga hanya bisa dipergunakan untuk enam hari.

"Dulu lebih parah waktu kita baru tinggal di sini, beli token Rp 50 ribu isinya 23 kilovolt ampere. Setelah semua warga protes maka dinaikkan isinya jadi 36 kilovolt ampere. Itu pun sangat mahal bagi kami," keluh Bambang, Kamis (9/6).

Padahal di dalam unitnya hanya ada kulkas, televisi 21 inci, kipas angin dan tiga lampu. Sayangnya warga rusun tidak boleh membeli token di luar. Selama ini, mereka harus membeli ke pengelola rusun

"Kalau bisa beli di luar, ya semua tidak akan beli di pengelola karena sangat mahal," ujar Bambang.

Hal senada ditandaskan Diana Anggraini (35), warga Blok A512. Ia membeli token senilai Rp 25 ribu isinya hanya 13 kilovolt ampere.

"Kami berharap biaya listrik tidak mahal. Kalau beli di luar Rp 50 ribu isinya bisa lebih dari 50 kilovolt ampere tapi kenapa di sini tidak," keluhnya.

Sementara Kepala Unit Pengelola Rusun Rawa Bebek, Ani Suryani mengatakan, token listrik sudah sesuai standar PLN. Harganya pun sudah sesuai. Awalnya memang tinggi karena ada biaya pajak namun saat ini beban pajak ditanggung pihak pengelola rusun dari dana APBD DKI.

"Memang kondisinya kaya gitu. Dulu sebelum pajak ditanggung kita malah tinggi, tapi sekarang beban pajak kita yang tanggung," tandas Ani.

Mengenai pembelian token harus di pengelola karena sistem yang dibuat PLN demikian. PLN menjual listrik gelondongan ke rusun melaui gardu yang ada. Dari gardu itulah listrik dialirkan ke ratusan unit yang ada. PLN tidak menjual listrik per unitnya. Sehingga pembayaran tagihan listrik pun dilakukan sistem gelondongan dari pengelola ke PLN.

BERITA TERKAIT
Pemkot Jaksel Gelar Orientasi Relokasi Bagi Warga Bukit Duri

Warga Bukit Duri Tertarik Fasilitas Rusun Rawa Bebek

Selasa, 24 Mei 2016 5703

Rusun Rawa Bebek Segera Peroleh Fasilitas Air Bersih

Rusun Rawa Bebek Segera Peroleh Fasilitas Air Bersih

Kamis, 09 Juni 2016 4555

Warga Rusun Rawa Bebek Bentuk Koperasi

Warga Rusun Rawa Bebek Bentuk Koperasi

Selasa, 31 Mei 2016 4703

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2980

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1410

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 539

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1295

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1106

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks