Lambat Tangani Banjir, Lurah dan Camat Akan Dicopot

Selasa, 21 Januari 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 2561

jokowi_skpd_erna.jpg

(Foto: doc)

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, meminta kepada lurah dan camat untuk cepat tanggap membantu warganya yang terkena musibah banjir. Sebab, selama lebih dari sepekan banjir melanda ibu kota, dirinya seringkali mendapatkan keluhan penanganan di lapangan masih lambat. Bahkan, jika masih ada lurah dan camat yang responsnya lambat, ia akan langsung mencopotnya dari jabatan tersebut.

"Kecepatan itu perlu sekali. Saya masih banyak dengar keluhan dari masyarakat lurah-camat kalau diminta bantuan tidak cepat. Saya tidak ancam, tapi hati-hati jika masih ada info seperti itu, pasti saya ganti," tegas Jokowi, saat pengarahan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (21/1).

Dikatakan Jokowi, jika lurah maupun camat tidak mampu mengerjakannya diminta untuk segera melaporkan ke dinas terkait atau langsung kepada dirinya. Ia mencontohkan jika menerima laporan terkait tanggul miring di Kali Sekretaris, harus langsung disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU). "Titik-titik ada masalah tolong lurah camat sampaikan ke saya. Sehingga tahun berikut tidak terjadi lagi. Kalau tidak ada tindakan dari sudin atau Dinas PU, langsung ke saya. Kalau lolos bisa kayak di Latuharhari kemarin," ujarnya.

Ia bahkan menyindir, dengan aksi cepat yang dilakukan, maka lurah dan camat tidak mendapatkan makian dari warga. Terlebih masalah yang dihadapi sifatnya hanya kecil. "Jadi lurah dan camat itu tidak dimaki warga. Kalau saya sudah biasa dimarahi, tapi jangan sampai dimarahi karena masalah kecil yang sebetulnya bisa diselesaikan. Tapi lurah dan camat jangan betal-betul saja. Karena saya dapat laporan dan cek di lapangan seperti itu," katanya.

Selain tak segan mengganti pejabat yang lambat menangani banjir, Jokowi juga meminta lurah dan camat menggunakan seragam saat terjun ke lapangan. "Kalau saya dengar lagi, konsekuensinya saya sampaikan, langsung saya ganti. Di lapangan kalau ada seragam tolong dipakai, sehingga warga tahu kalau ada yang hadir. Jangan sampai masuk ke sana ada suara lurah tidak pernah ke sini," tegasnya.

Menurut Jokowi, kehadiran lurah dan camat di lokasi banjir maupun pengungsian sangat berpengaruh terhadap psikologi warga. Meski tidak bisa membantu masyarakat sepenuhnya, paling tidak bisa menenangkan masyarakat karena sudah diperhatikan. "Tindakan yang diperlukan masyarakat adalah, kita hadir dan menyelesaikan. Meskipun tidak bisa menyelesaikan masalah 100 persen, paling tidak kita sudah hadir," ucapnya.

Selain kepada lurah dan camat, Jokowi juga menginstruksikan kepada SKPD lainnya agar cepat tanggap. Salah satunya yakni Dinas Kebersihan diminta agar cepat mengangkut sampah, terutama yang ada di pengungsian dan jalan-jalan. Kemudian Dinas Kesehatan, agar sigap menangani pengungsi yang terkena penyakit.

Kepada seluruh SKPD, diminta untuk memperhatikan kondisi pengungsi. Terlebih beberapa pengungsi tidak menempati pengungsian yang telah disediakan, melainkan berada di kolong jembatan dan samping rel kereta api. "Keadaan pengungsi, tolong diberikan perhatian, diberi tikar dan selimut. Kalau bisa dorong mereka ke tempat yang lebih layak," pintanya.

Jokowi juga meminta nomor telepon seluruh lurah dan camat agar mudah dihubungi untuk koordinasi. Ia pun mengeluh mempunyai nomor salah satu lurah, tapi tidak dapat dihubungi. "Saya minta agar seluruh lurah dan camat meninggalkan nomar telepon ke sekda, biar cepat saya hubungi. Karena ada yang saya punya tapi di telepon sudah tidak aktif," tandasnya.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7156

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4843

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2798

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2568

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1247

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks