Antisipasi Kemacetan Proyek Simpang Susun Semanggi

Selasa, 07 Juni 2016 Reporter: Jhon Syah Putra Kaban Editor: Nani Suherni 4918

 Berikut Manajemen Lalu Lintas Selama Masa Konstruksi Simpang Susun Semanggi

(Foto: Jhon Syah Putra Kaban)

Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta akan memberlakukan manajemen lalu lintas selama pembangunan konstruksi simpang susun Semanggi. Hal ini dilakukan ‎untuk mendukung aktivitas lalu lintas ‎selama pembangunan.

Untuk arah Blok M menuju Grogol optimalisasi dilakukan dengan pelebaran jalan ke arah dinding Jembatan Semanggi

Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishubtrans DKI Jakarta, Priyanto mengatakan, rekayasa dilakukan dengan peningkatan kapasitas di jalur lambat berupa pelebaran jalan.

"Dari Bundaran HI-Cawang optimalisasi dilakukan dengan pelebaran jalan diatas saluran tertutup dan pelebaran jalan ke sisi ‎trotoar sepanjang 30 meter namun tetap mempertahankan lebar trotoar," ujarnya, Selasa (7/6).

Adanya pengalihan ke jalur lambat maka area pertemuan dengan Jalan Gatot Subroto‎ depan masuk Plaza Semanggi dilakukan penggeseran separator. Pada jam sibuk juga perlu dilakukan pembatasan akses masuk kendaraan menuju plaza Semanggi dari arah Slipi.

"Untuk arah Blok M menuju Grogol optimalisasi dilakukan dengan pelebaran jalan ke arah dinding Jembatan Semanggi, termasuk pelebaran ke sisi trotoar sepanjang 30 meter dengan mempertahankan lebar trotoar minimal 1,5 meter," katanya.

Selain itu pada jalur lambat, segmen terowongan Jalan Gatot Subroto yang saat ini satu lajur akan ditingkatkan menjadi dua lajur dengan lebar tujuh meter. Untuk rekayasa lalu lintas dari Grogol menuju Bundaran HI optimalisasi dilakukan pada area sekitar mulut terowongan dari 2 lajur menjadi 3 lajur.

Sedangkan dari Jalan Gatot Subroto menuju terowongan yang saat ini hanya ada satu lajur menjadi dua jalur dengan lebar tujuh meter. Pelebaran jalan dilakukan dengan pelebaran ke sisi trotoar sepanjang kurang lebih 110 meter dengan mempertahankan lebar trotoar minimal 1,5 meter.

Untuk manajemen lalu lintas pergerakan arah Cawang menuju Blok M dilakukan dengan pengoptimalan jumlah lajur pada area sekitar mulut terowongan dari dua lajur menjadi tiga lajur.

Selain itu untuk meningkatkan kapasitas jalur lambat akibat adanya pengalihan arus lalu lintas arah Cawang menuju Blok M maka pada jalur lambat segmen Jalan Gatot Subroto-terowongan yang saat ini satu lajur akan ditingkatkan jadi dua lajur dengan lebar tujuh meter.

BERITA TERKAIT
Pembangunan Simpang Susun Semanggi Sesuai Kajian Pemerintah Pusat

Simpang Susun Semanggi Sesuai Kajian Pemerintah Pusat

Jumat, 29 April 2016 6279

Pembangunan Bored Pile, ‎Jalur Cepat Sudirman - Cawang Ditutup

‎Jalur Cepat Sudirman arah Cawang Ditutup Sementara

Selasa, 07 Juni 2016 5018

BERITA POPULER
Kebakaran sunter agung anita

Kebakaran di Sunter Agung Berhasil Dipadamkan

Rabu, 13 Mei 2026 6043

LRT fase 1b gery ist

Ditarget Beroperasi Agustus 2026, Pramono Pastikan Keamanan Proyek LRT

Rabu, 13 Mei 2026 898

183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

Selasa, 12 Mei 2026 1265

Monas dok2

Pramono: Jakarta Tetap Ibu Kota hingga Terbitnya Keppres

Rabu, 13 Mei 2026 753

Hewan kurban sapi bilal

Pramono Pastikan Harga Hewan Kurban Masih Terkendali

Selasa, 12 Mei 2026 1083

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks