Bangun RS Kanker, DKI Butuh Rp 3,1 Triliun

Jumat, 20 Mei 2016 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Andry 3306

Bangun RS Kanker DKI Butuh Rp 3,1 Triliun

(Foto: Reza Hapiz)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membangun rumah sakit kanker di Ibukota. Pembangunan rumah sakit yang membutuhkan biaya Rp 3,1 trilun tersebut ditargetkan bisa dimulai pada tahun ini.

Totalnya kami butuh Rp 3,1 triliun untuk membangun rumah sakit kanker

"Totalnya kami butuh Rp 3,1 triliun untuk membangun rumah sakit kanker," kata Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (20/5).

Ia mengatakan, pembangunan rumah sakit kanker ini harus menggunakan anggaran tahun jamak atau multi years. Sumber dana pembangunan rumah sakit itu sendiri akan menggunakan biaya dari kewajiban pengembang. Hingga kini, dana dari kewajiban pengembang yang telah terkumpul atas kompensasi menaikan koefisien lantai bangunan (KLB) baru mencapai Rp 1 triliun.

"Jadi kami tergantung ada nggak tambahan kontribusi. Kalau nggak ada mau nggak mau ya menunggu dulu. Karena kami nggak bisa multi years," ucapnya.

Menurut Basuki, rumah sakit yang dibangun akan memiliki 1.020 ranjang untuk pasien kanker, serta 1.020 ranjang untuk otak dan jantung. Rumah sakit akan dibangun di lahan seluas 267 meter persegi.

"Lalu ada 500 apartemen untuk paliative care dan ada juga apartemen atau rusun buat pegawainya," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Bangun RS Kanker dan Jantung Gunakan Dana Pengembang

Pembangunan RS Kanker Gandeng Pengembang

Kamis, 21 April 2016 7371

DKI Perbanyak Fasilitas Kesehatan untuk Penderita Kanker

DKI Perbanyak Fasilitas Kesehatan untuk Penderita Kanker

Rabu, 11 Mei 2016 8429

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3853

Rano tinjau Jalan Rusak Thamrin jati

Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan

Selasa, 03 Februari 2026 433

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 738

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 648

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1135

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks