Siswa SD Kampanye Peduli Air

Kamis, 20 Maret 2014 Reporter: Nurito Editor: Widodo Bogiarto 4427

SD-Kampanye-Peduli-Air.jpg

(Foto: doc)

Untuk memperingati Hari Air Sedunia tahun 2014 yang jatuh pada 22 Maret, PT Aetra Air Jakarta mengajak 75 siswa sekolah dasar (SD) dari tiga sekolah, mengikuti edukasi dan pembelajaran untuk peduli terhadap air. Sebab di era modern ini anak-anak usia sekolah dasar, cenderung tidak menghargai air dan lingkungan. Padahal air dan lingkungan ini sebagai sumber kehidupan bagi manusia.

Edukasi ini menggunakan kerangka "Hear, See and Build". Yakni para pelajar SD ini mendengar dari kampung dongeng. Dimana isi ceritanya adalah mengenai betapa pentingnya air untuk kehidupan. Kemudian mereka juga diberitahu bagaimana cara pengolahan air kotor menjadi bersih dan layak minum.

Dalam edukasi yang digelar di kantor Instalasi Pengolahan Air Buaran, Duren Sawit Jakarta Timur, Kamis (20/3) ini, siswa juga diajak melihat proses produksi dari air baku menjadi air bersih yang siap didistribusikan kepada pelanggan.

Agar tak merasa jenuh, para pelajar itu juga membuat prakarya dari bahan kertas. Mereka dibentuk dalam beberapa kelompok. Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah "Mari kita buat Jakarta kota ramah air".

Presiden Direktur PT Aetra, Mohamad Selim, mengatakan, edukasi bagi 75 pelajar ini untuk memberikan pemahaman agar siswa SD lebih mencintai dan menghargai air. Sehingga kelak jika dewasa mereka lebih memahami akan manfaat air. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Air Sedunia 2014 pada 22 Maret lusa.

"Kami akan terus kampanyekan betapa pentingnya air bagi sumber kehidupan manusia. Sebagian penduduk dunia masih belum mendapatkan akses akan layanan air dan sanitasi yang layak serta belum memperoleh listrik. Padahal air dan energi memiliki peran penting dalam kehidupan dan kesehatan," ujar Mohamad Selim.

Menurut Selim, banyaknya limbah di air membuat proses penyulingan menjadi air bersih terkendala. Karenanya ia juga mengajak para pelajar SD ini untuk menjaga lingkungan, agar air tak lagi tercemar. Sebab jika sudah tercemar maka yang rugi adalah manusia dan ekosistem yang ada.

Iqbal (12), salah seorang pelajar SD yang menjadi peserta, mengaku sangat senang dengan kegiatan tersebut. Sebab ia jadi tahu bagaimana cara pengolahan air kotor menjadi bersih. Selama ini ia tak pernah tahu kalau air dari Kalimalang itu dapat diolah jadi air bersih dan dijual kepada masyarakat.

"Melalui edukasi ini kita juga diasah otaknya dan dirangsang untuk tahu banyak hal. Ada teori dan praktik langsung, jadi saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Apalagi ada banyak kuis berhadiah menarik, jadi nambah senang," tandas Iqbal. 
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9248

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3218

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3637

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1933

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1504

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks