Ini Konsep Penataan Kawasan Wisata Bahari

Sabtu, 02 April 2016 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Rio Sandiputra 6647

Ini Konsep Penataan Kawasan Wisata Bahari

(Foto: Ilustrasi)

Penataan kawasan Wisata Bahari, Jakarta Utara segera dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Konsep untuk menampilkan destinasi wisata di lokasi tersebut sudah dibuat.

Kalau ada penataan otomatis daerah itu menjadi terbuka, objek wisata yang ada juga terlihat

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Catur Laswanto mengatakan, penataan akan dilakukan secara bertahap. Pertama akan dilakukan relokasi warga ke rusun dan membongkar bangunan-bangunan liar. Karena saat ini akses masuk ke beberapa objek wisata di kawasan tersebut tertutup oleh permukiman liar.

Setelah dilakukan pembongkaran bangunan, akan dipasang sheet pile untuk menahan banjir rob. Mengingat daratan yang ada berada dibawah muka laut.

"Aspek pertama penataan bangunan liar, supaya daerah itu tidak kumuh. Kemudian penurapan sungai untuk menahan banjir rob. Kalau ada penataan otomatis daerah itu menjadi terbuka, objek wisata yang ada juga terlihat," kata Catur, saat dihubungi Beritajakarta.com, Sabtu (2/4).

Ada beberapa objek wisata yang berada di kawasan tersebut, seperti Masjid Luar Batang, Museum Bahari, Menara Syahbandar, Pasar Ikan, dan Pelabuhan Sunda Kelapa. Semua bangunan tersebut merupakan salah satu bangunan bersejarah. Sehingga bangunan tersebut tidak akan dibongkar.

"Masjid Luar Batang itu sangat bersejarah. Kalau masuk cagar budaya atau tidak harus dicek dulu. Yang pasti masjid tidak diapa-apain," ujarnya. 

Menurut Catur, kawasan tersebut sejak dulu merupakan Wisata Bahari pada zaman kuno. Namun dengan berkembangnya masyarakat beberapa objek wisata tertutup bangunan.

"Dari awal kawasan itu adalah Wisata Bahari zaman kuno. Mula pertamanya orang barat masuk ke Jakarta. Jadi ada nilai sejarah tinggi di situ," katanya.

Dia menambahkan adanya kapal-kapal tradisional pinisi di Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi daya tarik tersendiri. Karena di negara-negera lainnya sudah tidak ditemukan kapal-kapal pinisi tersebut.

"Pelabuhan Sunda Kelapa, itu menarik dilihat dari dua sisi. Pertama merupakan tempat bongkar muat barang. Kedua sampai sekarang kapal-kapal tradisional pinisi masih bisa dilihat, di negara lain tidak lagi ditemukan. Tapi di sana masih ditemukan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Penataan Kawasan Wisata Bahari Beda dengan Kalijodo

Penataan Kawasan Wisata Bahari Beda dengan Kalijodo

Jumat, 01 April 2016 8559

DKI Siapkan Penataan PKL di Wisata Bahari

DKI Siapkan Penataan PKL di Wisata Bahari

Kamis, 31 Maret 2016 8087

Sosialisasi Larangan Delman di Monas

Sosialisasi Larangan Delman di Monas

Jumat, 01 April 2016 5231

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2854

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1254

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1044

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 1186

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 578

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks