Toilet Portable di Monas Bau Pesing dan Kotor

Sabtu, 07 Juni 2014 Reporter: Andry Editor: Widodo Bogiarto 7101

Toilet Portable Monas

(Foto: doc)

Pengunjung kawasan Monumen Nasional (Monas) mengeluhkan kondisi toilet portable milik Dinas Kebersihan DKI Jakarta yang tidak terurus. Selain menyebarkan bau pesing, kondisi toilet-toilet di kawasan Monas itu terlihat kotor dan kumuh. Padahal, setiap pengunjung yang buang air di toilet itu dikenakan tarif Rp 2.000 sekali masuk.

Instansi terkait terkesan tidak peduli dengan kondisi toilet ini. Masa tempat wisata toiletnya bau pesing, kotor dan jorok kayak gini

Dari pantauan beritajakarta.com, dari sembilan toilet di kawasan rekreasi hutan kota yang terletak di Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat itu, hanya enam unit yang berfungsi. Sementara tiga toilet lainnya dalam kondisi rusak. Tiga toilet rusak itu kemudian dimanfaatkan para pedagang kaki lima (PKL) sebagai gudang tempat penyimpanan barang dagangan mereka.

Sementara enam unit toilet yang masih berfungsi, meski dengan kondisi memprihatinkan, itu masing-masing tersebar di sisi barat Monas, pintu masuk Indosat, sisi utara Monas atau tepatnya depan Istana Negara dan dekat Jl Veteran. Di masing-masing toilet portable itu dijaga oleh satu orang yang bertugas mengutip bayaran setiap pengunjung yang buang air.

Selain jorok dan bau pesing, terlihat banyak bagian toilet yang bolong. Tak ayal kondisi ini membuat pengunjung, terutama kaum hawa, lebih waspada, karena mereka khawatir jadi objek pengintipan orang-orang tidak bertanggung jawab.

"Toilet ini kondisinya kotor, bau dan jorok. Tiap kali masuk ke dalam, saya pasti tutup hidung," keluh Izal (28), salah seorang pengunjung, Sabtu (7/6).

Menurut Izal, kawasan Monas masih menjadi tujuan wisata warga ibu kota maupun dari luar Jakarta. Seharusnya, fasilitas umum seperti toilet portable seperti ini rutin diurus kebersihannya.

"Instansi terkait terkesan tidak peduli dengan kondisi toilet ini. Masa tempat wisata toiletnya bau pesing, kotor dan jorok kayak gini," imbuhnya.

Warga Kebayoran Baru Jakarta Selatan ini juga mempertanyakan kenapa toilet portable milik Dinas Kebersihan DKI itu mematok tarif kepada pengunjung yang ingin menggunakannya. Padahal seharusnya sarana milik Pemprv DKI itu digratiskan, karena warga sudah membayar pajak tinggi.

Keluhan senada juga diungkapkan Dewi Ayu (27), pengunjung lainnya. Ia mengaku sangat terganggu dengan keberadaan toilet portable di areal Taman Monas. Sebab, toilet yang banyak dipakai pengunjung itu kerap menebarkan aroma tak sedap sampai ke areal luar. "Bau pesingnya itu sampai keluar. Apalagi kalau pas saya melintas di depannya," ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI, Isnawa Adji mengaku belum mengetahui laporan terkait buruknya kondisi toilet portable di kawasan Monas.

"Saya belum dapat laporannya, tapi nanti akan kita cek toilet-toilet itu  jika memang dikeluhkan pengunjung," kata Isnawa saat dihubungi melalui telepon.

Isnawa menjelaskan, toilet-toilet portable itu awalnya disediakan atas permintaan event organizer (EO) yang hendak mengadakan acara di Monas. Pihaknya kemudian menempatkan toilet portable yang berkeliling dan stand by."Jadi awalnya kita hanya memenuhi permintaan EO yang kerap mengadakan acara di kawasan Monas," tandasnya.

BERITA TERKAIT
pkl monas semrawut

Ahok Kesal Makin Banyak PKL di Monas

Jumat, 06 Juni 2014 6319

Toilet di Kantor Walikota Jakbar Rusak

Toilet di Kantor Walikota Jakbar Rusak

Jumat, 16 Mei 2014 4824

prj monas jakarta beritajakarta

PRJ Monas Sediakan 2.600 Stan Gratis

Rabu, 04 Juni 2014 7915

petugas monas kehabisan tiket

Tiket Monas Habis, Pengunjung Kecewa

Kamis, 29 Mei 2014 4941

prj monas jakarta beritajakarta

DKI Gratiskan PRJ Monas

Rabu, 28 Mei 2014 9983

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 2896

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 735

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 637

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1400

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1015

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks