Kamis, 16 Januari 2014
Reporter: Folmer
Editor: Erikyanri Maulana
2159
(Foto: doc)
Peristiwa kebakaran tampaknya masih menjadi momok menakutkan bagi warga ibu kota. Bagaimana tidak, sejak awal tahun hingga kini tercatat sudah terjadi 32 kasus kebakaran di Jakarta dengan nilai kerugian mencapai Rp 5,9 miliar.
"Sebagian besar kebakaran disebabkan korsleting listrik. Persentasenya mencapai 70 persen," ujar Subejo, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB), Kamis (16/1).
Melihat hal itu, Subejo pun meminta warga untuk lebih berhati-hati dan teliti terutama dalam penggunaan kabel listrik. "Kami juga imbau warga agar memahami penggunaan barang elektronik tidak melebihi beban kabel yang terpasang di rumah," katanya.
Dikatakan Subejo, pihaknya akan melakukan pemetaan daerah rawan kebakaran di ibu kota dengan kategori ringan, sedang, dan berat. "Pemetaan bertujuan agar dapat dipetakan juga untuk penempatan alat pemadam kebakaran yang dibutuhkan di daerah rawan tersebut," ungkapnya.
Ditambahkan Subejo, total peristiwa kebakaran selama tahun 2013 mencapai 998 kejadian dengan total kerugian materil sebesar Rp 254,7 miliar dan ratusan warga terpaksa kehilangan tempat tinggal.
Terakhir, Hotel Kaisar yang terletak di Jl Duren Tiga, Jakarta Selatan, Kamis (16/1) dinihari, dilalap si jago merah. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 04.30 tersebut berasal dari lantai enam dan tujuh hotel.
Sebanyak 22 mobil pemadam kebakaran dan skylift dikerahkan untuk memadamkan api di hotel tersebut.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan
Senin, 04 Mei 2026
886
Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL
Senin, 04 Mei 2026
808
Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026
Jumat, 01 Mei 2026
1184
Pramono Pastikan Pemprov Hadir Dukung Pembangunan Keluarga