Hampir 50 Persen Warga DKI Menempati Kawasan Liar

Rabu, 28 Mei 2014 Reporter: Folmer Editor: Widodo Bogiarto 4565

Pemukiman Kumuh

(Foto: doc)

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mensinyalir, hampir 50 persen warga ibu kota menempati sejumlah kawasan terlarang, seperti bantaran kali, waduk, jalan inspeksi di pinggir kali, maupun di kolong jembatan. Untuk itu, Pemprov DKI berencana menggelar penertiban di kawasan terlarang guna mengurangi jumlah penduduk ibu kota.

Kami yakin kalau semua tempat kumuh itu disingkirkan, Jakarta akan berkurang penduduknya karena rata-rata yang tinggal di situ, sekitar 80 persen orang dari luar kota

"Kami yakin kalau semua tempat kumuh itu disingkirkan, Jakarta akan berkurang penduduknya karena rata-rata yang tinggal di situ, sekitar 80 persen orang dari luar kota," kata Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Rabu (28/5).

Basuki memaparkan,  maraknya penyewaan tempat tinggal murah di ibu kota merupakan imbas dari membeludaknya pendatang dari daerah, yang mencoba mengadu peruntungan nasibnya. Namun sayangnya, mereka justru menduduki sejumlah kawasan terlarang.

Situasi tersebut, diperparah dengan para pemangku kebijakan masa lalu yang terlalu baik menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi warga yang melanggar aturan tersebut. Hasilnya, jumlah penduduk Jakarta makin melonjak serta lingkungan terlihat menjadi semrawut.

"Orang yang ngadu nasib nyewa tempat-tempat murah, yang Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu per hari. Di situ dia dapat air, dapat listrik. Itu yang masalah. Terus disediakan toilet bersama. Jadi, kita selalu baik hati kan. Lihat tempat kumuh, tidak ada MCK, dibangunin. Padahal itu daerah terlarang," ujar Basuki.

Untuk itu, mantan Bupati Belitung Timur menegaskan, pihaknya akan segera menggelar penertiban di sejumlah kawasan kumuh.  "Penertiban akan dimulai dari jalan inspeksi di pinggir Kali," tegasnya.

Basuki optimis, penertiban kawasan kumuh akan dapat mengurangi berbagai permasalahan sosial terutama yang berkaitan dengan masalah kemacetan dan banjir di ibu kota. "Kalau mereka pulang kampung kan bisa ngurangin motor, ngurangin ini itu. Kalau mereka datang lagi, tidak akan ada lagi tempat tinggal yang sewanya murah. Konsepnya kalau mau hidup layak ya pindah ke rumah susun," paparnya.

BERITA TERKAIT
kampung_deret_ils.jpg

Kampung Deret di Cilincing Segera Rampung

Minggu, 02 Februari 2014 2967

RW 01 Kelurahan Pasar Minggu, Dahulu Kumuh Dan Gersang, Kini Menjadi Kampung Toga

Perkampungan Kumuh Disulap Jadi Taman Toga

Rabu, 07 Mei 2014 14960

Penertiban Gubuk Liar

Rusak Keindahan Kota, 25 Gubuk Liar Ditertibkan

Senin, 26 Mei 2014 4187

parkiran sepo jalan cipulir beritajakata

Kali Pesanggrahan Meluap, Jalan Ciledug Raya Macet Parah

Jumat, 23 Mei 2014 8021

Mereka mengerjakan segala aktivitas mereka tanpa merasa khawatir ataupun terganggu. Padahal peratura

Gubuk Liar di Kolong Tol Marak Lagi

Minggu, 20 April 2014 5272

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7142

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4831

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2311

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2528

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1177

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks