Limbah Tahu di Jaktim Cemari Lingkungan

Sabtu, 24 Mei 2014 Reporter: Jhon Syah Putra Kaban Editor: Lopi Kasim 18966

limbah tahu ilustrasi

(Foto: doc)

Tahu yang merupakan salah satu makanan favorit warga banyak di produksi di Jakarta Timur. Namun demikian, pengolahan limbah pabrik yang tidak sesuai persyaratan hingga mencemari lingkungan menjadi salah satu persoalan yang masih sulit ditangani. Di Jakarta Timur, sedikitnya ada 50 pabrik tahu.  

Kita sudah sarankan agar dilakukan konversi energi dari kayu bakar ke gas. Namun, menurut mereka harga gas cukup mahal

"Tahu merupakan industri kecil menengah yang tergolong industri padat karya. Industri tersebut mampu menyerap banyak tenaga kerja," ujar Tuti Kurniati, Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Timur, Sabtu (24/5).

Yang menjadi masalah, kata Tuti, ada beberapa pabrik yang tidak mengolah limbahnya secara benar karena pengolahannya cukup kompleks. Hal itu berdampak negatif seperti, polusi air, udara, sumber penyakit, bau tidak sedap sehingga meningkatkan pertumbuhan nyamuk dan menurunkan keindahan lingkungan.

"Ada kemungkinan masyarakat terkena demam berdarah karena limbah itu," ucapnya.

Selain limbah tidak diolah, lanjut Tuti, pabrik tahu juga sering mengesampingkan prinsip ketertiban, kerapian, kebersihan, kelestarian, kedisiplinan dan Safety (5K+S). Sementara, jika proses produksi dilakukan dengan prinsip 5K + S dapat meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan bagi produk maupun limbahnya.

Selain itu, kayu bakar juga merupakan salah satu hambatan yang dihadapi pabrik tahu. Penggunaan kayu bakar yang banyak untuk proses produksi dapat menyebabkan polusi udara. "Kita sudah sarankan agar dilakukan konversi energi dari kayu bakar ke gas. Namun, menurut mereka harga gas cukup mahal," jelas Tuti.

Dikatakan Tuti, pengusaha pabrik tahu bersedia melakukan konversi kayu bakar ke gas, namun diharapkan ada insentif atau subsidi gas bagi usahanya. "Kita akan berikan subsidi mengingat bahan bakar merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan usaha," ujarnya.

Pihaknya, lanjut Tuti, berharap nantinya pengolahan limbah menjadi sarana penting yang tidak diabaikan. Pada masa mendatang, instalasi pengolahan limbah dapat diarahkan dengan bantuan dari berbagai pihak seperti Corporate Social Responsibility (CSR). Selain itu, pendampingan teknis pun diperlukan guna meningkatkan wawasan, pengetahuan dan keahlian pelaku industri. Sehingga proses produksi yang bersih itu dapat meningkatkan kualitas produk hingga perilaku pekerja.

Ditambahkan Tuti, untuk isu formalin yang digunakan saat produksi sebagai pengawet, pihaknya tidak menemukan hal tersebut ketika melakukan pengecekan di lapangan.

"Kita lakukan pengecekan di lapangan, mereka tidak ada yang menggunakan formalin. Tapi, kemungkinan besar yang memakai formalin itu adalah pedagang eceran, jika tahunya tidak laku," tandasnya.

BERITA TERKAIT
waduk_pluit_jakarta_bayu.jpg

Sistem Polder Bisa Atasi Banjir di Jakut

Sabtu, 10 Mei 2014 7474

ahokk transport austria

DKI-Austria Jajaki Kerjasama

Selasa, 06 Mei 2014 5027

ilustrasi limbah

Air Tanah 3 Kecamatan di Jakbar Tercemar Limbah

Selasa, 22 April 2014 16897

Gubuk Liar Kalideres

Terminal dan Pasar di Jakbar Masih Kumuh

Selasa, 29 April 2014 5361

Bangunan Disegel

Cemari Lingkungan, Rumah Industri Batik Ditutup

Kamis, 15 Mei 2014 8081

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7025

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4611

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2140

Road to lerata run anita

Road to Larata Run 2026 Padukan Olahraga dan Transportasi Publik

Sabtu, 31 Oktober 2026 1310

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1739

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks