Rencana Pembelian Rumah DI Pandjaitan Dimatangkan

Jumat, 27 November 2015 Reporter: Andry Editor: Lopi Kasim 3530

Djarot Bahas Pembelian Rumah Mayjen Di Panjaitan dengan Ahli Waris

(Foto: Andry)

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, menerima kunjungan keluarga besar Mayor Jenderal (Mayjen) DI Pandjaitan, di Balai Kota, Jumat (27/11).

Jadi terserah sama ahli waris, mau pakai harga appraisal yang 2013 atau saat ini

Kedatangan keluarga besar pahlawan nasional tersebut untuk membahas rencana pembelian rumah Mayjen DI Pandjaitan di Jalan Raya Hasanudin, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, ‎yang sempat tertunda beberapa tahun lalu.

‎"Itu kan sudah lama banget, sudah pernah masuk di dalam RAPBD 2015 sejak zamannya Pak Jokowi. Sudah dapat instruksi dari Pak Ahok waktu itu juga untuk dibeli rumah itu," kata Djarot di Balai Kota, Jumat (27/11).

Menurut Djarot, rencana pembelian rumah Mayjen DI Pandjaitan pada 2015 tertunda karena‎ APBD DKI tahun 2015 menggunakan Peraturan Gubernur (Pergub). Karena itu, rencana pembelian rumah pahlawan nasional tersebut kembali dimatangkan pada tahun ini.

"Oleh sebab itu saya minta majukan lagi pembelian rumah ini secara rinci, termasuk appraisalnya. Dan kalau bisa dimasukkan dalam APBD 2016," ujarnya.

Nantinya, lanjut Djarot, rumah tersebut akan dijadikan cagar budaya berbentuk museum. Meski belum melihat langsung rumah tersebut, Djarot mendapat laporan luas rumah sekitar 1000 meter. "Itu bisa dibuat cukup besar hampir 1.000 meter. Bisa buat museum film, museum musik dan film animasi anak-anak muda," tuturnya.

Dari pertemuan tersebut, pihak ahli warus memberi respon positif rencana Pemprov DKI Jakarta membeli rumah tersebut. "Dari ahli waris oke. Rumah itu masih tetap punya enam ahli waris dan mereka berniat untuk menjual rumahnya ke kita," katanya.

Namun, rencana pembelian rumah itu harus menunggu harga appraisal beserta Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tahun 2015. Sebab, pada 2013, pihak ahli waris pernah menyampaikan harga appraisal tahun 2013 yang nilai besarannya perlu disesuaikan kembali dengan harga appraisal pada tahun ini.

‎"Jadi terserah sama ahli waris, mau pakai harga appraisal yang 2013 atau saat ini. Tapi kita sudah punya patokan dilihat dari appraisal dan NJOP sekarang. Setelah itu barulah Dinas Pariwisata merancang cagar budaya untuk rumah itu seperti apa," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Desember, Sosialisasi Pembebasan Lahan di Bukit Duri Digelar

Desember, Sosialisasi Pembebasan Lahan di Bukit Duri Digelar

Kamis, 26 November 2015 3979

Basuki Sebut Penyisiran KUA-PPAS Sudah 90 Persen

Penyisiran KUA-PPAS Sudah 90 Persen

Jumat, 27 November 2015 5914

14 Blok Rusun Dibangun di Pulogebang

14 Blok Rusun Dibangun di Pulogebang

Jumat, 27 November 2015 4540

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7154

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4841

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2635

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2560

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1239

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks