Upaya Pemkot Administrasi Jakarta Barat dalam menata keberadaan pedagang kaki lima (PKL) tampaknya belum maksimal. Terbukti, puluhan PKL yang sebelumnya direlokasi ke Pasar Slipi, kini kembali menjajakan dagangannya di Jl KS Tubun, Slipi, Palmerah. Sepinya pembeli dijadikan alasan para PKL untuk menjajakan dagangannya di Jl KS Tubun.
"Kami terpaksa kembali ke jalan, karena lokasi baru di PD Pasar Jaya Slipi sepi pembeli. Di satu sisi kami juga harus makan," ujar Agus Susanto (39), salah seorang PKL yang kembali berjualan di Jl KS Tubun, Senin (13/1).
Dikatakan Agus, sejak pengundian dilakukan Oktober 2013 dan mendapatkan kios di basement PD Pasar Jaya Slipi, dirinya hanya mampu bertahan selama dua hari saja. Karena sepinya pembeli, omset kami pun turun hingga 90 persen. "Kalau jualan di Jl KS Tubun dalam sehari bisa menjual 10 pasang sepatu. Harga sepasang sepatu rata-rata Rp 150 ribu," kata Agus.
Ditambahkan Agus, dalam relokasi, sebetulnya pedagang tidak memerlukan kios bagus seperti di Pasar Slipi. Yang dibutuhkan, sambungnya, ruang terbuka sehingga akan menarik minat para calon pembeli.
Asisten Perekonomian dan Administrasi Jakarta Barat, Isnawa Adji menuturkan, pihaknya sudah tahu mengenai para PKL binaan yang kembali berdagang di ruas Jl KS Tubun tersebut. Untuk itu, kata Isnawa, pihaknya berencana melakukan negosiasi lanjutan dengan PKL terkait relokasi.
"Agar menarik minat pengunjung, kami akan bantu dengan promosi setiap akhir pekan. Selain itu, kami juga siap membenahi pasar agar lebih menarik. Dengan begitu diharapkan para PKL mau kembali direlokasi," tandas Isnawa.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
4197
Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan
Selasa, 03 Februari 2026
651
Pemprov DKI Gelar Tiga Sorti Operasi Modifikasi Cuaca Hari Ini
Selasa, 03 Februari 2026
470
Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Diluncurkan Pekan Depan
Selasa, 03 Februari 2026
459
Perayaan Imlek di Jakarta Bakal Lebih Semarak dan Berwarna