Pembangunan Gedung SMPN 143 Mangkrak

Senin, 28 April 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Lopi Kasim 9702

Pembangunan Mangkrak, Gedung SMPN 143 Dikeluhkan Mebahayakan Warga

(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)

Pembangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 143, di Jl Bhakti IX, RT 01/06, Kelurahan Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara, setinggi 4 tingkat mangkrak. Akibatnya, jarak tempuh siswa menjadi lebih jauh karena kegiatan belajar mengajar (KBM) dipindahkan ke gedung SMPN 53, di Jl Tanah Merdeka, RW 12, Kelurahan Kalibaru, Cilincing yang jaraknya sekitar 1 kilometer. Selain itu, tidak adanya penjagaan di sekitar sekolah juga membahayakan siswa.

Tahun 2013 lalu anggarannya Rp 12 miliar sedangkan untuk tahun ini Rp 8 miliar. Saya perkirakan bisa dimulai lagi setelah lebaran (bulan Agustus.red) nanti dan mudah-mudahan selesai tahun ini juga

Pembangunan sekolah yang dimulai sejak September 2013 itu terhenti di akhir Desember 2013 lalu. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda pengerjaan akan dilanjutkan.

Dilahan seluas 4.775 meter persegi itu saat ini sudah berdiri rangka bangunan setinggi 4 lantai dilengkapi dengan atapnya. Namun, karena tidak ada penjaga dan pintu masuk tidak terkunci, anak-anak di lingkungan sekitar sekolah kerap menjadikannya lokasi bermain. Selain lahan terbuka yang dijadikan arena bermain, anak-anak kerap naik ke atas bangunan sehingga mengkhawatirkan para orangtua lantaran takut anaknya terjatuh.

"Anak-anak kecil biasa pada masuk dan naik-naik ke atas. Sebagai orangtua kita tidak bisa mengawasi terus, sedangkan sejak Januari proyek ini tidak ada yang jaga," keluh Iwan (43), warga RT 06/06, Kelurahan Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (28/4).

Menurut pria yang tinggal tepat di muka sekolah, anak-anak kecil biasa menggunakan gedung sebagai wahana bermain saat sore atau pada hari libur. "Kita berharap proyeknya ini bisa segera diselesaikan. Masa harus menunggu ada anak yang jadi korban dulu baru diselesaikan," katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sarjoko, mengatakan, terhentinya proyek pembangunan sekolah ini lantaran dana proyek dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2013 telah habis. Sedangkan untuk pengerjaan lanjutan di 2014, masih menunggu proses lelang.

"Tahun 2013 lalu anggarannya Rp 12 miliar sedangkan untuk tahun ini Rp 8 miliar. Saya perkirakan bisa dimulai lagi setelah lebaran (bulan Agustus.red) nanti dan mudah-mudahan selesai tahun ini juga," ujarnya.

Sementara itu, terkait tidak adanya penjagaan di sekolah hingga digunakan sebagai tempat bermain anak-anak, Sarjoko mengaku tidak mengetahui hal itu. Namun, ia mengaku akan segera mengkoordinasikan dengan jajarannya untuk menindak lanjuti. "Kita akan tindak lanjuti secepatnya. Nanti akan saya koordinasikan dahulu seperti apa penanganan lokasi," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pasar Kaget di Jalan Raya Plumpang Jakarta Utara yang sempat mangkrak akhirnya dihentikan

Proyek Jembatan Bendungan Melayu Dihentikan

Jumat, 18 April 2014 6093

larso marbun kadisdik dki jakarta beritajakarta

Disdik Siap Diberi Kewenangan Awasi Sekolah Internasional

Senin, 28 April 2014 5279

Gedung SMKN 33 Jakarta Utara

SMK 33 Jakut Akan Direlokasi

Kamis, 24 April 2014 13142

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3738

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 738

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 648

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1513

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1125

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks