Oknum Warga Disinyalir Sewakan Lapak Hewan Kurban

Senin, 21 September 2015 Reporter: Jhon Syah Putra Kaban Editor: Lopi Kasim 4895

Banyak Oknum Yang Sewakan Lapak Di Jalan Mas Mansyur

(Foto: Jhon Syah Putra Kaban)

Kepala Satpol PP Jakarta Pusat, Yadi Rusmayadi mengatakan, kericuhan yang terjadi di Jl KH Mas Mansyur disebabkan oknum yang menyewakan lapak di jalan tersebut.

Padahal, relokasi sendiri juga dilakukan di lahan kosong seluas 5.000 meter di jalan tersebut. Bahkan, ada di tiga lokasi lain yang letaknya berdekatan

"Padahal, relokasi sendiri juga dilakukan di lahan kosong seluas 5.000 meter di jalan tersebut. Bahkan, ada di tiga lokasi lain yang letaknya berdekatan," ujarnya, Senin (21/9).  

Penyewaan lahan yang dilakukan oknum warga, kata Yadi, disinyalir sudah terjadi setiap tahunnya. Padahal, pedagang sendiri sudah sejak lama disosialisasikan untuk menempati lahan yang sudah disiapkan.

"Sebenarnya yang kita berikan sudah cukup lengkap, mulai relokasi, sosialisasi, spanduk juga sudah, hanya karena ada oknum saja yang menyewakan lapak hanya memikirkan keuntungan semata," katanya.

BERITA TERKAIT
 Penertiban Pedagang Hewan Kurban Di Tanah Abang Ricuh

Penertiban Pedagang Hewan Kurban di Jl KH Mas Mansyur Ricuh

Senin, 21 September 2015 10145

Pemerintah Tunda Penertiban Hewan Kurban di Tanah Abang

Penertiban Pedagang Kurban di Tanah Abang Ditunda

Senin, 21 September 2015 7183

BERITA POPULER
750 Warga Terima Bantuan Sosial di Terminal Bus Kampung Rambutan

Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

Rabu, 17 Juni 2026 5432

IMG COM 202606161328598850

TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan

Selasa, 16 Juni 2026 1441

Cuaca hujan ringan dessy doc

Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini

Minggu, 14 Juni 2026 1456

IMG 20260613 WA0042

Sudin LH Jaksel OTT Delapan Pelaku Buang Sampah Sembarangan

Sabtu, 13 Juni 2026 1386

Cuaca cerah Jakarta jati

Langit Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Kamis, 18 Juni 2026 561

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks