Pemkot Jakbar Tak Toleransi PKL yang Melanggar

Jumat, 11 September 2015 Reporter: Septradi Setiawan Editor: Lopi Kasim 3358

Pemkot Jakbar Tak Toleransi PKL yang Melanggar

(Foto: doc)

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat tak akan memberi toleransi pedagang kaki lima (PKL), khususnya di Pasar Pagi Asemka yang melanggar ketertiban umum dengan berdagang di bahu jalan.

Karena mereka masih terikat dengan kontrak saja, kalau waktu mereka habis, kita pastikan akan tertibkan

"Karena mereka masih terikat dengan kontrak saja, kalau waktu mereka habis, kita pastikan akan tertibkan," kata Paris Limbong, Camat Taman Sari, Jumat (11/9).

Nantinya, sebanyak 237 PKL yang berjualan di Pasar Pagi, Asemka akan direlokasi ke tiga pasar yakni Pasar Perniagaan, Pasar Mitra Jembatan Lima dan Pasar Pejagalan.

Adapun Relokasi itu sendiri merupakan upaya pelaksanakan program lima tertib yang digagas Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

BERITA TERKAIT
Rencana Penataan Kawasan Kota Tua Ditindaklanjuti

Rencana Penataan Kawasan Kota Tua Ditindaklanjuti

Jumat, 11 September 2015 7159

Camat Taman Sari Dorong Pemberdayaan Masyarakat

Camat Taman Sari Dorong Pemberdayaan Masyarakat

Kamis, 10 September 2015 4392

Agustus Bank DKI Akan Gandeng Pedagang Asemka

Bank DKI Gandeng Pedagang Pasar Asemka

Rabu, 29 Juli 2015 4733

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 3112

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1678

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 640

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1328

Dwi Rio Sambodo ketua pansus agraria ist

Pansus Reforma Agraria Matangkan Penyerahan Sertifikat Tanah Warga

Sabtu, 19 September 2026 531

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks