Sabtu, 07 November 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Andry 54
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Kolaborasi empat pilar mengaktifkan posko terpadu di bantaran Kali Cengkareng Drain, Jalan Pedongkelan Raya, RW 14, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.
Posko ini sebagai antisipasi migrasi peredaran Narkoba di wilayah Kapuk, pasca penindakan penggerebekan yang dilakukan jajaran kepolisian ke kawasan Kampung Ambon, Oktober 2026 lalu.
"Jajaran terkait juga sudah menyusun piket di Posko Terpadu Empat Pilar,"
Camat Cengkareng, Suhardin memgatakan, aktivasi posko ditandai dengan pelaksanaan apel yang digelar Jumat (6/11) malam tadi. Kegiatan apel meilbatkan jajaran kepolisiaan, TNI, Pemerintah Daerah dan pengurus wilayah (RT, RW, LMK dan FKDM).
"Kolaborasi empat pilar mengaktifkan pokso terpadu ini sebagai upaya mitigasi dan antisipasi kerawanan pasca penggerebekan Narkoba di Perumahan Permata atau biasa dikenal Kampung Ambon," katanya, Sabtu (7/11).
Dijelaskan Suhardin, letak dari Perumahan Permata berseberangan dengan kawasan permukiman warga Kapuk. Letak tepatnya hanya dibatasi Kali Cengkareng Drain.
Oleh sebab itu, pasca operasi penggerebekan oleh kepolisian beberapa waktu lalu, Suhardin menegaskan pentingnya upaya pencegahan. Tidak hanya mengantisipasi migrasi peredaran Narkoba, keberadaan posko itu juga sebagai antisipasi gangguan ketertiban masyarakat yang mungkin terjadi.
Suhardin berharap, keberadaan posko terpadu empat pilar itu akan memberikan pesan tegas kepada pelaku kejahatan bahwa wilayah tersebut terus dipantau. Sekaligus mendukung program penataan sosial serta pembenahan kawasan agar lepas dari stigma sebagai kampung Narkoba.
Selain itu, keberadaan posko terpadu juga menjadi media konsolidasi seluruh pihak di wilayah terkait mengantisipasi peredaran narkoba dan kerawanan sosial lainya. Sehingga lingkungan permukiman warga yang bersih, aman dan nyaman tetap terjaga.
"Jajaran terkait juga sudah menyusun piket di Posko Terpadu Empat Pilar Kelurahan Kapuk. Dengan adanya pengawasan terpadu ini Kami berharap bisa menangkal peredaran Narkoba dan berbagai kerawanan sosial lain," tegaasnya.
Lurah Kapuk, M Arief Budiman mengatakan, pasca penggerebekan Kampung Ambon pada Oktober lalu, warga di wilayah RW 14 khawatir terjadi migrasi peredaran Narkoba ke wilayah mereka. Pihaknya pun telah melakukan rapat untuk menanggapi keresahan warga.
"Warga khawatir kawasan permukiman mereka jadi lokasi baru peredaran. Maka itu disepakati membentuk posko empat pilar sebagai antisipasi," tandasnya.