BNNP Diusulkan Masuk Forkopimda Plus Perkuat Sinergi Berantas Narkoba

Selasa, 03 November 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 194

Komisi A Usulkan BNNP Masuk Forkopimda Plus untuk Perangi Narkoba

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua mengusulkan agar Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta dilibatkan dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus guna memperkuat sinergi lintas sektoral dalam memberantas peredaran narkoba di ibu kota.

Menurut Inggard, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan BNN. Keterlibatan berbagai unsur seperti kepolisian dan TNI diperlukan agar upaya pencegahan dan penindakan dapat berjalan lebih efektif.

"Karena ini koordinasi,"

"Kita ingin yang namanya BNNP ini bisa dimasukkan di dalam wadah Forkopimda Plus. Karena ini koordinasi, enggak mungkin yang namanya BNN sendiri memberantas," ujar Inggard ,dalam rapat kerja pembahasan Raperda APBD DKI Jakarta 2027, Selasa (3/11).

Ia menegaskan, peredaran narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Selain menimbulkan ketergantungan, penyalahgunaan narkoba juga dapat memicu tindak kejahatan dan merusak kualitas generasi penerus bangsa.

"Kita tidak mau ini sampai menjalar lebih besar lagi, lebih banyak lagi pada generasi kita," tegasnya.

Selain memperkuat koordinasi, Inggard juga mengusulkan penyediaan kantor BNNP di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat sebagai pusat penerimaan laporan masyarakat terkait dugaan peredaran narkoba sekaligus memastikan setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti.

Ia menjelaskan, kebutuhan tersebut bukan berupa posko yang ditempatkan di setiap wilayah rawan narkoba, melainkan kantor yang berfungsi mengoordinasikan laporan dan penanganan di lapangan.

"Kita tadi minta, untuk di Jakarta Barat dan di Jakarta Pusat harus diadakan kantor dalam rangka menerima report-report itu supaya ditindaklanjuti. Bukan poskonya ditaruh di tempat situ," imbuhnya.

Untuk mendukung deteksi dini, Inggard juga meminta peran kelurahan, RT/RW, serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dioptimalkan sebagai jaringan pengawasan di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, unsur kewilayahan tersebut dapat menjadi sumber informasi awal apabila menemukan indikasi peredaran narkoba.

"Karena enggak mungkin yang namanya BNN sendiri memberantas, tapi itu (lintas sektoral). Jadi semuanya bisa terlaksana dengan baik," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Gub pramono balkot dok

Pemprov DKI Dukung Polri Perangi Narkoba

Senin, 02 November 2026 417

Gubernur pramono rapim rezap

Pramono Dukung Penuh Pemberantasan Narkoba

Kamis, 13 Agustus 2026 902

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7111

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4800

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1878

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2470

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1010

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks