Kamis, 05 November 2026 Reporter: Folmer Editor: Andry 85
(Foto: Andri Widiyanto)
Dharma Wanita Persatuan (DWP) DKI Jakarta menggelar seminar dan lomba peragaan busana yang mengusung tema, "Harmoni Dua Simpul : Ketika Shibori Menyapa Batik Betawi" di Aula MH Thamrin Grha Ali Sadikin, Balaikota, Kamis (5/11).
Kegiatan ini diikuti anggota DWP dari lima wilayah kota dan Kepulauan Seribu serta Unit Pelaksana Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD).
"Batik Betawi adalah jati diri kita,"
Ketua DWP DKI Jakarta, Lisniawati Uus Kuswanto mengatakan, kegiatan yang diadakan hari ini merupakan kreasi cinta budaya yang dituangkan melalui lomba peragaan busana bertema, "Harmonisasi Dua Simpul : Ketika Shibori Menyapa Batik Betawi".
Adapun Shibori adalah seni ikat celup dari Jepang yang mengandung filosofi yakni penuh kesabaran, ketekunan, dan keindahan dalam ketidaksempurnaan.
"Sementara batik Betawi adalah jati diri kita. Warna cerah, motif berani seperti ondel-ondel, tumpal, pucuk rebung menggambarkan keberanian, keceriaan, dan keterbukaan orang Betawi. Inilah Jakarta," ujarnya, Kamis (5/11).
Ia mengungkapkan, manakala teknik Shibori menyapa Batik Betawi bukan sekadar perpaduan kain, namun disimpulkan menjadi satu wadah dalam DWP DKI Jakarta yakni berbeda tetapi harmoni, beragam dan satu jiwa.
"Dalam lomba peragaan busana Ini diharapkan padu padan Shibori dan Batik Betawi, DWP DKI turut mengambil bagian melestarikan warisan budaya Betawi agar tetap dikenal bukan sekadar di Jakarta, tapi hingga ke manca negara," ungkapnya.
Lisniawati juga mengapresiasi dan sangat bangga kepada peserta lomba peragaan busana Sibori Menyapa Batik Betawi yang diikuti puluhan peserta Daei berbagai UKPD serta wilayah kota dan Kepulauan Seribu.
"Setiap langkah anggota DWP saat memperagakan busana menyatakan bahwa cinta wastra Indonesia dan bangga menjadi perempuan Indonesia," paparnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Peragaan Busana sekaligus Koordinator Bidang Ekonomi DWP DKI Jakarta, Yenny Ali Maulana menambahkan, seminar dan lomba peragaan busana diikuti sebanyak 37 peserta yang berasal dari lima wilayah kota dan Kepulauan Seribu serta Unit Pelaksana SKPD.
"Kegiatan ini diadakan bertujuan melestarikan dan mengembangkan wastra nusantara, khususnya perpaduan teknik shibori dan batik Betawi," tandasnya.