Rabu, 04 November 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 75
(Foto: Anita Karyati)
RW 02, Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan terpilih mewakili Jakarta Utara dalam lomba Kampung Bebas Jentik (KBJ) Tingkat Provinsi DKI Jakarta. Wilayah tersebut dinilai memiliki komitmen kuat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD).
"Capaian bebas jentik hingga 100 persen"
Untuk memastikan capaian tersebut, Tim Verifikasi Lapangan (Verlap) tingkat Provinsi DKI Jakarta melakukan peninjauan langsung ke permukiman RW 02, Kelurahan Kamal Muara. Verifikasi dilakukan guna mencocokkan data dan paparan yang disampaikan pihak wilayah dengan kondisi faktual di lapangan.
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Kota Jakarta Utara, Anita Permata Sari mengatakan, RW 02 Kelurahan Kamal Muara memiliki sejumlah keunggulan, terutama konsistensi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
"Wilayah ini berhasil mempertahankan capaian bebas jentik hingga 100 persen. Selain itu, selama dua tahun terakhir juga tidak ditemukan kasus DBD pada warga yang berdomisili di Kelurahan Kamal Muara," ujarnya, Rabu (4/11).
Anita menjelaskan, proses penilaian lomba KBJ dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota, hingga provinsi. Dari seluruh wilayah Jakarta Utara, hanya satu kelurahan yang ditetapkan sebagai perwakilan untuk mengikuti penilaian tingkat provinsi.
Menurutnya, keberhasilan RW 02, Kelurahan Kamal Muara tidak terlepas dari pelaksanaan PSN secara rutin serta keterlibatan aktif juru pemantau jentik (Jumantik) mandiri dalam memantau kondisi lingkungan permukiman.
"Kami berharap RW 02, Kelurahan Kamal Muara bisa meraih juara pertama sekaligus menjadi contoh bagi wilayah lain. Semoga seluruh kelurahan di Jakarta Utara dapat mewujudkan lingkungan bebas jentik," harapnya.
Perwakilan Tim Verlap Lomba Kampung Bebas Jentik DKI Jakarta, Aan Aryanti memaparkan, verifikasi lapangan bertujuan memastikan kesesuaian antara paparan dan data yang disampaikan pihak wilayah dengan kondisi sebenarnya.
Penilaian tersebut melibatkan lima orang juri dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Selanjutnya, pada 11 November 2026, perwakilan dari enam wilayah kota dan kabupaten dijadwalkan memaparkan program kerja di hadapan tim penilai.
"Pemenang akan diumumkan pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat Provinsi DKI Jakarta, 13-14 November mendatang," ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Kamal Muara, Fahrozi Hardi menuturkan, keberhasilan RW 02 yang terdiri atas lima RT merupakan hasil kolaborasi kader PKK, Jumantik, aparatur kelurahan, dan masyarakat.
"Terpilihnya RW 02 merupakan hasil konsistensi warga dan kader dalam menjaga sanitasi lingkungan," bebernya.
Ia mengapresiasi kepedulian masyarakat yang secara berkelanjutan menjaga kebersihan rumah dan halaman, mengelola sampah, memelihara saluran air, serta rutin memeriksa tempat penampungan air dan melaksanakan PSN.
"Kami berharap budaya peduli lingkungan ini terus mengakar, bukan hanya demi kompetisi, tetapi juga untuk menjaga kesehatan jangka panjang seluruh warga Kamal Muara," tandasnya.