Selasa, 03 November 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 461
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan melepas dua perwakilan Palang Merah Remaja (PMR) Jakarta Selatan untuk mengikuti International Youth Exchange Program with Japanese Red Cross yang akan berlangsung pada 5-11 November 2026 di Tokyo, Jepang.
"Menjaga reputasi Palang Merah Indonesia"
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengatakan, keikutsertaan kedua perwakilan tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan dan mempelajari berbagai hal, mulai dari kesetiakawanan sosial, kepemimpinan, budaya tertib, hingga nilai-nilai positif lainnya.
"Semoga kedua perwakilan dari Jakarta Selatan ini dapat mendapatkan pelajaran dari Jepang. Tidak kalah penting, mereka juga bisa belajar bagaimana Jepang membangun ketangguhan dalam menghadapi berbagai bencana," ujarnya, Selasa (3/11).
Syafrin berpesan agar para peserta dapat menjadi teladan bagi anggota PMR dan generasi muda lainnya di Jakarta Selatan.
Melalui program ini, Syafrin berharap, para peserta dapat membawa pulang pengetahuan dan pengalaman berharga untuk kemudian diterapkan dalam mendukung kemajuan sosial dan kegiatan kemanusiaan di tanah air.
"Jadilah duta Jakarta Selatan yang memiliki ketangguhan, akhlakul karimah, dan jiwa kepemimpinan dalam setiap tim yang diikuti. Jangan takut menyerah, pelajari seluruh hal yang terkait dengan budaya kebaikan di Jepang," pesannya.
Sementara itu, Ketua PMI Jakarta Selatan, Mundari menjelaskan, kedua peserta yang terpilih merupakan peserta didik terbaik hasil proses seleksi ketat yang berlangsung sejak September 2026.
Seleksi tersebut melibatkan pelajar dari Suku Dinas Pendidikan Wilayah I dan II Jakarta Selatan, serta sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Agama Jakarta Selatan.
"Setelah melalui seleksi panjang, akhirnya ada dua nama yang dinilai mumpuni dan siap berangkat, yakni Malik dan Davina dari MTsN 41 Al-Azhar Asy-Syarif dan MAN 4 Jakarta," terangnya.
Mundari menambahkan, sebelum keberangkatan, kedua peserta sudah mendapatkan pembekalan melalui berbagai pelatihan komprehensif.
"Materi yang diberikan meliputi kesiapsiagaan bencana, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), prinsip dasar kepalangmerahan, kepemimpinan, komunikasi efektif, hingga pemahaman lintas budaya," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Mundari, mereka juga dibekali wawasan mengenai budaya Betawi agar mampu memperkenalkan kekayaan budaya daerah saat mengikuti program pertukaran pemuda tersebut.
"Semoga para pelajar terpilih dapat menjalankan tugasnya dengan baik, membawa amanah nama baik Kota Jakarta Selatan dan Provinsi DKI Jakarta, serta menjaga reputasi Palang Merah Indonesia di kancah internasional," tandasnya.