Senin, 02 November 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 158
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang terbuka bagi investasi.
Hal ini disampaikan Pramono pada acara High Tea Reception Hosted by East Ventures X Jakarta City Government di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (2/11).
"kami dengan senang hati membuka diri,"
Pramono pun mengajak para investor yang hadir untuk bekerja sama dengan Pemprov DKI serta menanamkan modalnya di Jakarta. Bagi Pramono, East Ventures merupakan mitra strategis yang menghubungkan dan membangun startup, talenta, dan pengembangan UMKM di Jakarta.
"Jakarta sebagai kota yang sangat terbuka untuk investasi di bidang tersebut, tentunya kami dengan senang hati membuka diri untuk bisa bekerja sama dengan East Ventures," ujar Pramono.
Pramono mengatakan, Jakarta juga merupakan episentrum berbagai acara besar dan kegiatan bertaraf internasional, seperti konser musisi papan atas hingga ajang maraton internasional.
Berbagai event internasional tersebut bahkan menjadi penggerak ekonomi Jakarta. Hal ini didukung oleh pertumbuhan Kota Jakarta yang semakin terintegrasi dan inklusif.
Peluang investasi di Jakarta pun sangat luas. Selain di sektor ekonomi kreatif, investor juga bisa menjajaki pengembangan di sektor transportasi, penanganan masalah polusi, hingga pengelolaan sampah.
Ia menjelaskan, masalah transportasi menjadi salah satu tantangan utama mengingat tingginya jumlah penduduk dari wilayah penyangga yang bekerja di ibu kota. Untuk menekan angka kemacetan akibat tingginya mobilitas masyarakat, Pemprov DKI pun menyediakan Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah sekitar.
"Hal ini membuat peralihan penggunaan ke transportasi umum meningkat sekitar sekitar 15 persen. Sekarang Jakarta berada di peringkat 15 di dunia untuk masalah transportasi," kata Pramono.
Sementara terkait pengelolaan sampah harian di Jakarta yang mencapai 9.000 ton, Pemprov DKI tengah menyiapkan fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah di tiga lokasi.
Selain itu, Jakarta juga telah memiliki fasilitas pengelolaan sampah modern seperti RDF Rorotan serta menerapkan program pemilahan sampah dari hulu.
"Kita berharap pada tahun 2028 Jakarta akan terbebas dari persoalan pembuangan sampah," tandasnya.