Kamis, 29 Oktober 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 358
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan rapper Ye atau Kanye West mengapresiasi penyelenggaraan konsernya di Jakarta. Apresiasi tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan musisi dunia terhadap kesiapan Jakarta menggelar acara berskala internasional.
Dikatakan Pramono, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menjadikan ibu kota sebagai epicentrum of event atau pusat penyelenggaraan berbagai acara, mulai dari konser musik hingga ajang olahraga.
"mengapresiasi penyelenggaraan yang kita lakukan,"
"Ketika Ye main di sini, sebenarnya kita juga deg-degan, bisa enggak kita memberikan dukungan terbaik karena ada Jakarta Running Festival. Ternyata semuanya berjalan dengan baik, dan saya mendapatkan informasi bahwa Ye juga mengapresiasi penyelenggaraan yang kita lakukan," ujar Pramono, di Balai Kota Jakarta, Kamis (29/10).
Ia juga mencontohkan keberhasilan konser The Weeknd yang berlangsung selama dua hari dengan puluhan ribu penonton setiap harinya. Penyelenggaraan konser tersebut didukung akses transportasi menuju Jakarta International Stadium (JIS) yang semakin baik, termasuk operasional KRL hingga pukul 01.00 untuk melayani penonton yang pulang seusai acara.
Pemprov DKI juga menyiapkan dukungan untuk sejumlah konser mendatang, di antaranya Guns N’ Roses pada November, BTS pada 26, 27, dan 29 Desember, serta Westlife pada Januari.
Menjelang peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027, Pramono mendorong promotor menghadirkan musisi dunia yang belum pernah tampil di ibu kota. Pemprov DKI, lanjut Pramono, siap memberikan berbagai kemudahan sesuai ketentuan untuk mendukung penyelenggaraan acara tersebut.
"Kita sudah tidak kalah sekarang menyelenggarakan event-event seperti itu dengan Singapura, kita sudah enggak kalah," katanya.
Pramono memperkirakan konser The Weeknd yang berlangsung bersamaan dengan Pestapora memberikan dampak ekonomi sekitar Rp250 miliar. Sementara itu, konser Ye dan Jakarta Running Festival diproyeksikan menghasilkan dampak ekonomi gabungan sekitar Rp625 miliar, dengan kontribusi masing-masing Rp450 miliar dari konser Ye dan Rp175 miliar dari Jakarta Running Festival.
Menurutnya, peningkatan kualitas transportasi publik dan fasilitas pendukung menjadi kunci untuk memperkuat daya saing Jakarta sebagai destinasi penyelenggaraan acara internasional.
Selain itu, pengembangan layanan Transjabodetabek juga penting untuk memperkuat konektivitas dengan wilayah penyangga sekaligus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
"Hampir 15 persen orang yang dulunya naik transportasi pribadi shifting menjadi menggunakan transportasi publik atau umum," tandasnya.