Jumat, 30 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 180
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 128 mahasiswa asal Kabupaten Kepulauan Seribu mengikuti kegiatan pendampingan program Beasiswa Mahasiswa Masa Depan Jakarta (MDJ) Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta.
"Keterbatasan ekonomi"
Kegiatan bertajuk "Grow Together, Inspire Each Other (Young, Faithful, and Impactful)" tersebut berlangsung di Ruang Penyu, Gedung Mitra Praja Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan mengapresiasi komitmen Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi putra-putri Kepulauan Seribu.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas sekaligus mendukung pembangunan daerah.
"Keterbatasan ekonomi kerap menjadi kendala untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Karena itu, bantuan yang bersumber dari dana ZIS ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan amanah kepedulian sosial masyarakat yang harus dijaga," ujarnya, Jumat (30/10).
Fadjar berpesan agar seluruh penerima beasiswa terus meningkatkan semangat belajar, mengembangkan potensi diri, serta menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
"Semoga kegiatan pendampingan tersebut dapat memperkuat karakter generasi muda sehingga tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan berintegritas," harapnya.
Menurutnya, keberhasilan studi tidak hanya dinilai dari gelar akademis, tetapi juga dari seberapa besar ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi sesama.
"Saya berharap setelah lulus mereka dapat kembali dan berkontribusi membangun Kepulauan Seribu," imbuhnya.
Ketua Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta, Akhmad H Abubakar menjelaskan, pendidikan merupakan salah satu strategi penting untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
"Melalui pendidikan, pola pikir dan daya tahan generasi muda dibentuk agar siap menjawab tantangan zaman. Semoga kolaborasi kami ini dapat menghadirkan dampak nyata untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga di pulau," bebernya.
Akhmad memaparkan, pada tahap kedua tahun ini, Program Beasiswa MDJ di Kepulauan Seribu diberikan kepada 128 mahasiswa dengan total nilai bantuan mencapai Rp768 juta.
"Masing-masing mahasiswa menerima bantuan pendidikan sebesar Rp6 juta per tahun. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat," ucapnya.
Sementara itu, salah satu penerima beasiswa asal Pulau Tidung Nolla Yolanda (19) Tidung, mengaku bersyukur atas bantuan pendidikan yang diterimanya.
Mahasiswi Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya ini menyampaikan, beasiswa tersebut sangat membantu meringankan beban orang tua dalam membiayai perkuliahannya.
"Bantuan ini menjadi penyemangat bagi saya untuk fokus belajar tanpa menambah beban ekonomi keluarga. Setelah lulus menjadi perawat, saya ingin pulang dan mengabdikan diri untuk melayani masyarakat di Kepulauan Seribu, khususnya di bidang kesehatan," tandasnya.