Kamis, 29 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 108
(Foto: Anita Karyati)
Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara menggencarkan penataan dan upaya pelestarian lingkungan. Terlebih, menjelang adanya penilaian Adipura 2026.
"Tidak terkesan kumuh"
Lurah Rawa Badak Utara, Ester Laura Kartini mengatakan, sebanyak 20 petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dikerahkan setiap hari untuk mempercantik lingkungan sekaligus meningkatkan kebersihan wilayah.
"Penataan kami fokuskan pada sarana publik, mulai dari merapikan taman, pembersihan saluran, hingga pengecatan ulang kanstin dan dinding penahan tanah," ujarnya, Kamis (29/10).
Ester menjelaskan, pengecatan kanstin dilakukan di sepanjang Jalan Sunter II, Jalan Sindang Raya, serta Jalan Yos Sudarso, mulai dari Lorong 104 Timur hingga Taman Baca. Selain itu, dinding pembatas Tol Ir Wiyoto Wiyono dan turap Kali Sunter turut dipercantik dengan cat warna-warni.
"Kami ingin membuat kawasan lebih cerah dan tertata sehingga tidak terkesan kumuh," terangnya.
Selain memperindah kawasan, lanjut Ester, pihak Kelurahan Rawa Badak Utara juga memperkuat upaya pengurangan sampah dari sumbernya. Langkah ini dilakukan melalui penguatan bank sampah di tingkat rukun warga (RW), sosialisasi pemilahan sampah organik dan anorganik di rumah tangga, serta pemanfaatan Rumah Maggot di kantor kelurahan.
"Kami juga mengintensifkan kerja bakti massal bersama Pasukan Pelangi dan warga di permukiman. Masyarakat turut diedukasi agar membuang sampah sesuai jadwal dan di tempat yang telah ditentukan," ungkapnya.
Ester menambahkan, berbagai upaya tersebut merupakan bagian dari persiapan menghadapi Pemantauan I (P1) Adipura yang berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026.
"Tahap selanjutnya, yakni verifikasi lapangan, dijadwalkan pada awal 2027 sebelum penganugerahan Adipura pada pertengahan tahun," bebernya.
Ia berharap, pembenahan lingkungan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pencapaian penghargaan, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
"Harapan kami, budaya memilah sampah dan menjaga lingkungan menjadi kebiasaan sehari-hari. Kota yang bersih, indah, dan sehat hanya bisa terwujud melalui kolaborasi aktif antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang warga RW 01, Kelurahan Rawa Badak Utara, Nurman mengapresiasi penataan dan upaya mempercantik kawasan yang dilakukan pihak kelurahan. Pengecatan kanstin serta pembenahan lingkungan membuat suasana jalan terlihat lebih hidup dan nyaman.
"Sekarang jalan terlihat lebih cantik dan berwarna. Kami juga merasa lebih nyaman saat melintas. Semoga penataan seperti ini terus dilakukan," tandasnya.