Kamis, 15 Oktober 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 131
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan mengintensifkan penataan kawasan Setu Babakan, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, untuk memperkuat fungsi kawasan tersebut sebagai destinasi wisata budaya dan kuliner khas Betawi.
"Pedagang sudah mendapatkan sosialisasi"
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim mengatakan, penataan ini bukan sekadar penertiban, melainkan bentuk perhatian khusus Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terhadap pelestarian kawasan kebudayaan Betawi.
"Di sini namanya saja Sentra Kebetawian. Kita ingin nantinya kalau warga datang ke sini, mereka akan menikmati yang ada di sini, baik itu kuliner Betawi, kebudayaan, dan lainnya," ujarnya, Kamis (15/10).
Firmanuddin menjelaskan, sebanyak 216 pedagang akan direlokasi ke tempat penampungan yang sudah disiapkan agar tidak lagi terkesan semrawut.
"Sebelum proses relokasi dilakukan, para pedagang sudah mendapatkan sosialisasi dan surat peringatan sesuai ketentuan yang berlaku," terangnya.
Menurutnya , sebanyak 63 pedagang direncanakan menempati lokasi binaan (Lokbin) di kawasan Setu Babakan. Berdasarkan hasil kurasi sementara, sebanyak 57 pedagang telah terdata untuk menempati lokasi tersebut.
"Kami mengapresiasi kesadaran tinggi dari para pedagang yang sangat mendukung proses penataan ini. Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan tautan digital melalui Bitly bagi para pedagang yang belum masuk kurasi agar siap untuk direlokasi," ungkapnya.
Selain penataan pedagang yang melibatkan 400 personel gabungan, lanjut Firmanuddin, pembenahan juga difokuskan pada saluran air, jalan, serta sistem pendukung lainnya di sekitar kawasan.
"Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi Setu Babakan sebagai aset penting yang tidak hanya perlu ditata, tetapi juga dimanfaatkan secara berkelanjutan," ucapnya.
Ia memaparkan, upaya pengembangan kawasan ke depan tidak hanya mengandalkan pengawasan dan penindakan fisik, tetapi juga perlu diiringi dengan peningkatan kesadaran masyarakat.
Warga diharapkan memiliki rasa tanggung jawab bersama untuk menjaga Setu Babakan sebagai destinasi wisata, pusat pendidikan, sekaligus kawasan pelestarian kebudayaan Betawi.
"Kita bangun kesadaran di masyarakat bahwa di sini adalah tempat destinasi, tempat wisata, tempat pendidikan guna mempertahankan kebudayaan Betawi. Rasa kesadaran itu yang akan kita bangun ke depan," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Debby Novita Andriani, menegaskan, penataan kawasan wisata dan pelaksanaan kegiatan fisik akan terus dilakukan secara bertahap setiap tahun melalui perencanaan dan penganggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Perkembangan di lapangan akan terus dipantau, sementara item pelaksanaan kegiatan fisik dan penataan ke depan telah dipastikan pengelolaannya," imbuhnya.
Debby mengungkapkan, pengembangan Setu Babakan ke depan tetap mempertahankan konsep naturalisasi. Kawasan tersebut akan terus dikembangkan sebagai destinasi pariwisata sekaligus pusat edukasi kebudayaan Betawi, sesuai dengan arahan Pemprov DKI Jakarta.
"Hingga saat ini belum ada penetapan tarif masuk resmi Setu Babakan. Potensi kenaikan tarif setelah penataan kawasan selesai masih memerlukan kajian lebih lanjut," tandasnya.