Rabu, 28 Oktober 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 220
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan berbagai capaian strategis yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, mulai dari transformasi transportasi hingga strategi pembiayaan kreatif untuk pembangunan Jakarta.
Hal ini disampaikan Pramono saat menjadi Primary Keynote Speaker dalam acara Kearney at 100, Jakarta at 500: Shaping the Next Global City Together, di The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place, Rabu (27/10).
"kami melakukan transparansi, keterbukaan,"
Pramono memaparkan, sektor ekonomi Jakarta mengalami pertumbuhan yang mencapai 5,52 persen, dengan tingkat kepercayaan publik di angka 150. Sedangkan peringkat indeks kota global Jakarta pun juga mengalami peningkatan dari 74 menjadi 71.
Sementara di sektor transportasi telah mengalami transformasi yang signifikan melalui perluasan jangkauan layanan Transjabodetabek hingga ke daerah penyangga ibu kota serta peningkatan integrasi layanan transportasi.
"Yang paling utama dari Jakarta yang berubah adalah selama saya memimpin 2 tahun itu transportasinya. Dulu belum ada di Jakarta itu Transjabodetabek," kata Pramono.
Pramono menyebut, konektivitas transportasi di Jakarta kini terus mengalami peningkatan yang mencapai 93 persen. Upaya ini dinilainya mampu mendorong warga untuk beralih dari menggunakan kendaraan pribadi ke transportasi publik hingga 15 persen.
"Itulah yang kemudian tanpa disadari, Jakarta sekarang kota dengan ranking nomor 15 terbaik dunia," kata dia.
Selain itu, Pemprov DKI juga memberikan perhatiannya terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama dalam menekan angka gini rasio atau ketimpangan sosial. Upaya ini dilakukan dengan tetap memprioritaskan bantuan di sektor pendidikan, kesehatan, dan juga bantalan sosial.
Pemprov DKI, kata dia, terus memperluas jumlah penerima bantuan pendidikan KJP, KJMU, serta pemutihan ijazah. Pada tahun depan, Pemprov DKI juga akan menyediakan LPDP Jakarta.
Pramono menjelaskan, pembiayaan berbagai kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh Pemprov DKI tidak hanya bergantung pada APBD saja, melainkan juga melalui pembiayaan kreatif.
Salah satu pembiayaan kreatif yang terus digencarkan saat ini yakni penyelenggaraan kegiatan berskala nasional dan internasional, seperti konser Kanye West dan juga ajang marathon Jakarta Running Festival. Bahkan untuk mendukung acara-acara tersebut berjalan lancar, Pemprov DKI melakukan operasi modifikasi cuaca agar cuaca menjadi sejuk.
Gubernur mengatakan, penyelenggaraan kegiatan berskala besar ini memberikan dampak multiplier dan perputaran ekonomi yang tinggi bagi Jakarta.
Sedangkan terkait permasalahan banjir dan sampah, Pemprov DKI juga berkomitmen untuk menyelesaikannya secara menyeluruh. Pramono menjelaskan, Jakarta akan membangun tiga pembangkit listrik tenaga sampah untuk menuntaskan masalah sampah yang menumpuk.
Saat ini, Jakarta juga telah memiliki fasilitas pengelolaan sampah modern yakni RDF di Rorotan. Selain itu, sistem pengelolaan sampah Jakarta juga telah bertransformasi agar dapat dipilah dan diolah dari hulu.
Sementara terkait masalah banjir, Pemprov DKI terus melakukan normalisasi sungai, terutama di saat musim kemarau. Upaya ini untuk mengantisipasi terjadinya banjir saat musim hujan tiba.
Pramono pun kemudian menegaskan komitmen Pemprov DKI untuk selalu transparan dan bertanggung jawab dalam menggunakan setiap anggaran daerah untuk pembangunan kota.
"Maka dalam pemerintahan DKI Jakarta, kami melakukan transparansi, keterbukaan. Semua orang bisa melihat berapa pajak setiap hari yang diterima dan berapa yang akan dikeluarkan. Semuanya sekarang kita atur secara transparan dan terbuka," tandasnya.