Rabu, 21 Oktober 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 155
(Foto: Nugroho Sejati)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengungkapkan, salah satu capaian dari kegiatan Jakarta Film Summit 2026 adalah penandatangan MoU kerja sama pembuatan film dengan produser dan rumah sinema dari Turki.
Secara teknis, produksi film akan mulai dilaksanakan pada 2027 mendatang.
Proses syuting sekitar 70 persen akan berlangsung di Jakarta,
"Ini menarik bagi sebuah kerja sama. Insyaallah kita akan membuat film bersama-sama antara Turki dengan Jakarta," ujar Rano, Rabu (21/10).
Dikatakan Rano, Indonesia dengan Turki telah bersahabat hampir selama 78 tahun.
Menurutnya, tidak banyak orang tahu bahwa Kerajaan Ottoman sebagai sejarah dari Turki juga pernah ada di Indonesia dan bakal dijadikan sebuah tema film.
Founder Kutay Film, Iskender Bingol mengatakan, pihaknya sengaja datang ke Indonesia dan hadir dalam kegiatan Jakarta Film Summit 2026 untuk membangun kerjasama dengan Jakarta Film Commission. Pihaknya, telah merencanakan untuk membuat film sejarah Indonesia dan Turki dengan latar masa pendudukan Belanda.
Diungkapnya, saat periodesasi kolonialisasi Belanda, bangsa Turki melalui kerajaan Ottoman turut membantu perjuangan bangsa Indonesia.
'Kronik inilah yang direncanakan diangkat dalam layar lebar sebagai sebuah kisah," ungkapnya.
Karena itu, Ia mengaku senang Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengundang dan bekerjasama dengan Jakarta Film Commision.
Secara teknis, Ia berencana bisa memulai proses produksi paling lambat dalam tiga bulan.
'Proses syuting sekitar 70 persen akan berlangsung di Jakarta, Indonesia dan sisanya 30 persen dilaksanakan di Turki.
Dalam waktu tersisa, Ia optimistis bisa memenuhi berbagai kebutuhan teknis seperti persiapan kostum dan merekrut aktor serta aktris pemetan film.
"Kami merencanakan dalam fua sampai tiga bulan sudah bisa memulai syuting," pungkasnya.