Rabu, 21 Oktober 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 153
(Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut Jakarta kini telah menjadi episentrum berbagai kegiatan baik berskala internasional maupun lokal di Indonesia. Menurut dia, banyaknya kegiatan tersebut telah memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta.
Hal ini disampaikan Pramono pada Konferensi Pers Realisasi APBD Triwulan III Tahun 2026 dengan tema “Menjaga Momentum Pertumbuhan: APBD Bekerja Serempak dan Berdampak”, di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/10).
"multiplier effect ekonominya luar biasa,"
"Jadi kenapa kemudian kegiatan yang bersifat dengan episentrum event ini kita dorong? Karena saya yakin bahwa multiplier effect ekonominya luar biasa," ujar Pramono.
Ia mencontohkan berbagai kegiatan berskala internasional dan lokal yang digelar di Jakarta, seperti konser The Weekend dan Pestapora. Menurutnya, keberhasilan penyelengaraan berbagai kegiatan tersebut salah satunya didukung oleh penyediaan dan perbaikan fasilitas di Jakarta International Stadium (JIS).
Pramono mengatakan, pembangunan jembatan penghubung antara JIS dengan Ancol serta aktivasi stasiun commuter line di sekitar JIS turut membantu mempermudah aksesibilitas para pengunjung acara.
Selain konser, penyelenggaraan berbagai festival belanja turut mencatatkan nilai transaksi yang sangat tinggi. Ia menyebut, total nilai transaksi di Jakarta Fair mencapai Rp8,2 triliun dan Jakarta Great Sale yang bahkan mencatatkan transaksi hingga Rp26,8 triliun.
Begitu juga dengan acara olahraga, seperti Jakarta International Maraton 2026 yang memberikan kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi Jakarta. Karena itu, Pramono menegaskan dukungan Pemprov DKI Jakarta dalam memberikan kemudahan untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan tersebut.