Selasa, 20 Oktober 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 291
(Foto: Istimewa)
Sebanyak 11 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil memperoleh 18 surat pernyataan minat (Letter of Intent/LoI) dengan potensi transaksi ekspor sebesar 2.625.000 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp46,94 miliar.
Ke-18 LoI tersebut diperoleh dari calon pembeli (buyer) asal Jepang, Belanda, Vietnam, Malaysia, dan Kamerun dalam kegiatan Business Matching Ekspor 2026 bertema ‘Jakarta to Global Market – Business Matching & Buyer Connect’ yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta di Hotel Swiss-Belinn Kemayoran, Selasa (13/10) lalu.
"semakin banyak UKM Jakarta menembus pasar internasional,"
Potensi transaksi tersebut berasal dari lima negara tujuan, yakni Kamerun sebesar 1 juta dolar AS, Belanda sebesar 750.000 dolar AS, Jepang sebesar 735.000 dolar AS, Vietnam sebesar 120.000 dolar AS, dan Malaysia sebesar 50.000 dolar AS.
Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, pertemuan bisnis tersebut menjadi kesempatan bagi pengusaha UKM untuk mempromosikan produk sekaligus membuka peluang kerja sama di pasar mancanegara.
"Melalui business matching ini kami ingin pengusaha UKM Jakarta bisa membangun kepercayaan, memahami kebutuhan pasar, dan membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan," ujarnya, Selasa (20/10).
Ratu menyampaikan, LoI merupakan pernyataan minat awal dan belum berarti transaksi jual-beli telah terjadi.
"Setelah penandatanganan, kedua pihak masih perlu membahas sejumlah hal, mulai dari spesifikasi produk, jumlah pesanan, harga, dan pengiriman sampel hingga persyaratan pengiriman ke negara tujuan," terangnya.
Ia juga meminta para pengusaha UKM yang masih dalam tahap penjajakan untuk terus memperbaiki produk dan memanfaatkan masukan dari calon pembeli. Menurutnya, memasuki pasar ekspor membutuhkan kesiapan produk dan proses yang tidak selalu singkat.
"Untuk UKM yang belum memperoleh LoI dalam kegiatan kali ini, tentu kami mengharapkan agar mereka bisa terus berinovasi. Menyesuaikan produk- produk mereka dengan permintaan pasar domestik dan mancanegara, agar kelak bisa memperoleh kesempatan yang sama," jelasnya.
Ratu menjelaskan, produk yang menarik minat calon pembeli mancanegara dalam kegiatan ini beragam, mulai dari makanan dan minuman, produk fesyen, wellness atau perawatan alami, hingga kriya.
"Dari keseluruhan LoI yang tercipta, kategori makanan dan minuman mendominasi dengan 10 LoI, disusul produk fesyen sebanyak empat LoI, serta produk wellness dan kriya masing-masing dua LoI," ucapnya.
Berdasarkan data yang diperoleh, sejumlah produk pangan yang menarik minat calon pembeli antara lain, buah segar dan buah kering, produk siap saji berbahan oat, ikan asin, jelly, saus kacang, dan sambal. Potensi transaksi untuk produk-produk tersebut berkisar antara 50.000 hingga 200.000 dolar AS per produk.
Sementara itu, produk minyak Tamanu dari kategori perawatan alami mencatat potensi transaksi sebesar 125.000 dolar AS. Selain itu, produk propolis menarik minat calon pembeli dari Kamerun dengan potensi transaksi sebesar 1 juta dolar AS. Produk fesyen berupa mukena dan hijab juga memperoleh minat dari calon pembeli di Belanda dan Malaysia.
Sebagai informasi, capaian tersebut merupakan hasil dari rangkaian pembinaan yang berlangsung sejak Agustus 2026. Sebanyak 57 pengusaha UKM mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Produk Ekspor di Hotel Tavia The Heritage, Jakarta Pusat pada 31 Agustus 2026.
Dari peserta tersebut, 40 pengusaha UKM terpilih mengikuti pendampingan yang berlangsung selama sekitar satu bulan, dimulai pada 14 September 2026.
Materi yang diberikan mencakup peningkatan mutu produk, standardisasi dan sertifikasi, kemasan ekspor, pemasaran digital, penghitungan biaya dan penetapan harga, dokumen kepabeanan, serta teknik negosiasi dengan calon pembeli.
Pendampingan dilakukan secara daring dan tatap muka, termasuk di Jakarta Creative Hub pada 24–25 September 2026. Setelah mengikuti rangkaian tersebut, para peserta dipertemukan dengan calon pembeli melalui kegiatan business matching.
Ratu menambahkan, hasil yang diperoleh setiap UKM tidak sama. Ada yang sudah mendapatkan LoI, masih menjajaki kerja sama, dan ada pula yang belum menemukan calon pembeli yang sesuai dengan produknya.
"Kami berharap pendampingan ini membantu semakin banyak UKM Jakarta menembus pasar internasional," tandasnya.