Ini Pandangan Umum Fraksi DPRD dalam Raperda APBD 2027

Selasa, 20 Oktober 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 186

Paripurna Pandangan ranperda 4 jati

(Foto: Nugroho Sejati)

DPRD DKI Jakarta menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2027 senilai Rp82,89 triliun. Sembilan fraksi menyampaikan sejumlah catatan terkait pendapatan daerah, pembiayaan, dan peningkatan pelayanan publik.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah mengatakan, pandangan umum fraksi disampaikan setelah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memaparkan penjelasan mengenai Raperda APBD 2027 dalam rapat paripurna pada Selasa, (13/10).

"Jadi bahan pembahasan lanjutan antara DPRD dan Pemprov DKI,"

"Berkenaan dengan hal tersebut, fraksi-fraksi DPRD telah melaksanakan pembahasan terhadap Raperda dimaksud, yang hasilnya akan disampaikan pada hari ini dalam bentuk pandangan umum fraksi-fraksi," ujar Ima, Selasa (20/10).

Fraksi Demokrat-Perindo menekankan target pajak dan retribusi, transparansi Dana Bagi Hasil (DBH), efisiensi belanja, pengelolaan obligasi daerah, serta akuntabilitas badan usaha milik daerah (BUMD). Fraksi ini juga mendorong perbaikan data bansos, peningkatan kesejahteraan guru honorer, dan penguatan penanganan banjir serta sampah.

Fraksi PAN mengingatkan agar target pendapatan tidak membebani usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). PAN juga mempertanyakan kontribusi dividen BUMD dibandingkan dengan Penyertaan Modal Daerah (PMD), ketergantungan pada transfer pusat, tingginya proyeksi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA), serta risiko penerbitan obligasi daerah.

Fraksi PSI mendorong kenaikan gaji pokok tenaga kesehatan non-ASN minimal setara upah minimum provinsi (UMP), beasiswa kedokteran bagi warga kurang mampu, dan perluasan sekolah swasta gratis. PSI juga menyoroti ketepatan penyaluran Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan bansos pangan, kesiapan penanganan sampah, serta penguatan fasilitas pemadam kebakaran.

Fraksi PKB meminta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat kecil dan peninjauan rencana kenaikan tarif layanan kesehatan non-subsidi. PKB juga mendorong percepatan penanganan banjir, kesiapan anggaran pengelolaan sampah, evaluasi sekolah swasta gratis, serta perlindungan kelompok rentan, termasuk santri dan pesantren.

Fraksi Nasdem menekankan optimalisasi PAD melalui digitalisasi perpajakan dan pengelolaan aset parkir. Nasdem juga menyoroti perlindungan pegawai non-ASN dan PPPK paruh waktu, penerapan sistem tiket berbasis akun pada Mikrotrans, ketepatan data penerima bansos, serta penguatan layanan puskesmas dan ketahanan pangan.

Fraksi PKS menyoroti target PAD, defisit anggaran, penurunan belanja modal, dan risiko obligasi daerah. PKS mendorong kajian Sukuk Daerah sebagai alternatif pembiayaan, perluasan sekolah swasta gratis termasuk madrasah, percepatan pembangunan RSUD Cakung dan Puskesmas Cipedak, serta peningkatan layanan air bersih dan penanganan banjir.

Fraksi PDI Perjuangan menegaskan APBD harus berpihak kepada wong cilik melalui pengurangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja. Fraksi ini meminta optimalisasi pendapatan tanpa membebani masyarakat kecil, transparansi utang dan PMD, penyesuaian bantuan sosial, serta penguatan program pendidikan, kesehatan, UMKM, dan transportasi publik.

Fraksi Golkar menyoroti peningkatan PMD kepada PT MRT Jakarta dan PT Jakarta Propertindo di tengah penurunan belanja modal serta meningkatnya ketergantungan pada utang. Golkar juga meminta target PAD yang realistis, uji ketahanan fiskal, evaluasi subsidi transportasi, validasi data bansos, dan percepatan penanganan sampah.

Sementara itu, Fraksi Gerindra menekankan agar APBD diukur berdasarkan manfaat nyata bagi masyarakat. Gerindra mendorong penguatan pengawasan Inspektorat, transparansi tindak lanjut aspirasi reses dan Musrenbang, optimalisasi pendapatan daerah, perluasan sekolah swasta gratis, peningkatan layanan kesehatan, serta penataan permukiman kumuh dan penanganan sampah.

Setelah seluruh fraksi menyampaikan pandangan umum, rapat dilanjutkan dengan penyampaian jawaban Gubernur DKI Jakarta oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Jawaban tersebut akan menjadi bahan pembahasan lanjutan antara DPRD dan Pemprov DKI Jakarta.

BERITA TERKAIT
Wagub Paripurna Pandangan ranperda 2

DPRD Gelar Paripurna Pandangan Umum Fraksi atas Raperda APBD 2027

Senin, 19 Oktober 2026 340

Wagub Paripurna Pandangan ranperda 3

Rano Paparkan Jawaban Gubernur Terkait Raperda APBD 2027

Senin, 19 Oktober 2026 345

Apbd 2027 bilal

APBD 2027 Naik, DPRD Optimistis Perkuat Pelayanan Publik Jakarta

Rabu, 14 Oktober 2026 411

BERITA POPULER
Petugas tj bantu warga ist2

Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

Kamis, 15 Oktober 2026 14476

Puskesmas matraman otoy

Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Jumat, 16 Oktober 2026 3548

Masukan Ketua Komisi B Optimalisasi Transportasi Umum MRT ilust 1

Makin Diminati, Transportasi Jakarta Tembus Peringkat 15 Besar Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 895

Transjakarta penghargaan pusta karsa ist

Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

Kamis, 15 Oktober 2026 1907

Konpers Jakarta Esports 2026 ist

Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

Senin, 19 Oktober 2026 832

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks