Rabu, 14 Oktober 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 182
(Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco menilai, kenaikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2027 menjadi sinyal positif bagi perekonomian Jakarta.
Ia berharap, peningkatan anggaran tersebut dapat mendorong perbaikan pelayanan publik dan memperkuat pembangunan infrastruktur di ibu kota.
"tanda-tanda baik,"
"APBD 2026 menuju 2027 kita naik menjadi Rp82,8 triliun, kalau tidak salah. Itu artinya ada tanda-tanda baik terhadap ekonomi rakyat Jakarta," ujar Baco, Rabu (14/10).
Menurut dia, peningkatan anggaran tersebut harus menjadi penyemangat bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur.
Ia juga berharap proses pembahasan anggaran berjalan lancar hingga tahap penetapan. "Kita bersyukur dan mudah-mudahan tidak ada hal-hal yang mengagetkan di ujung-ujung," katanya.
Terkait sumber kenaikan pendapatan daerah, Baco menyebut, penerimaan pajak dan tambahan dividen sebagai dua komponen yang berkontribusi. Namun, ia menyarankan agar rincian lebih lanjut merujuk pada laporan pemerintah daerah.
"Kenaikannya sementara yang terurai silakan baca di laporan Pak Gubernur, saya tidak hafal. Tapi yang saya tahu adalah satu, di pajak, dan ada tambahan dividen," tandasnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno memaparkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2027 senilai Rp82,89 triliun dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta. Angka tersebut meningkat 4,18 persen dibandingkan dengan APBD tahun sebelumnya.
Adapun alokasi belanja diprioritaskan untuk sektor pendidikan, infrastruktur, dan pelayanan masyarakat guna mendukung peran Jakarta sebagai kota bisnis berskala global.