Jumat, 16 Oktober 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 180
(Foto: Reza Pratama Putra)
Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat upaya pengendalian banjir melalui pembangunan infrastruktur. Salah satunya dengan Embung Kebagusan yang dibangun di atas lahan seluas dua hektare. Embung ini ditargetkan mulai beroperasi pada Februari 2027 dengan anggaran sekitar Rp250 miliar.
Embung Kebagusan diproyeksikan mampu mengurangi debit banjir di hulu sistem Kali Mampang-Krukut hingga delapan persen. Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengendalian banjir, pembangunan embung ini juga menjadi bagian dari upaya penataan sungai dan penambahan ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta.
"Merupakan langkah positif,"
Tak hanya itu, air yang tertampung di embung tersebut direncanakan dapat diolah menjadi sumber air bersih bagi warga sekitar dengan kerja sama antara Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta dan PAM Jaya.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino mendukung pembangunan Embung Kebagusan sebagai salah satu langkah untuk mengurangi risiko banjir di Jakarta Selatan.
"Target pengurangan debit banjir sebesar delapan persen merupakan langkah positif. Namun, upaya ini harus didukung normalisasi sungai, perbaikan drainase, dan pemeliharaan rutin agar dampaknya maksimal," ujarnya, Jumat (16/10).
Wibi juga mendukung rencana pemanfaatan air embung sebagai sumber air bersih melalui PAM Jaya. Namun, ia menekankan bahwa pengolahan air harus memenuhi standar kesehatan agar aman digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Menurut dia, keberhasilan pembangunan Embung Kebagusan dengan anggaran sekitar Rp250 miliar tidak cukup hanya diukur dari penyelesaian proyek. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana embung tersebut efektif mengurangi risiko banjir dan memberikan manfaat langsung bagi warga.
"Fungsi RTH dan ruang publik harus tetap mengutamakan keselamatan serta tidak mengganggu kapasitas pengendalian banjir," tandasnya.