Selasa, 13 Oktober 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 189
(Foto: Reza Pratama Putra)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menyiapkan infrastruktur pengendali banjir di ibu kota. Salah satunya yakni Embung Kebagusan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, pembangunan embung dan waduk ini dilakukan secara menyeluruh di Jakarta, bersamaan dengan proyek normalisasi di Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama.
"preventif untuk mencegah banjir,"
"Mudah-mudahan dengan penanganan ini, banjir walaupun pasti masih terjadi, mengalami pengurangan yang cukup signifikan," ujar Pramono, usai meninjau Embung Kebagusan, Selasa (13/10).
Pramono juga mendorong agar potensi air yang ada di Embung Kebagusan ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat sekitar. Nantinya, Pemprov DKI akan mengizinkan kerja sama antara Dinas Sumber Daya Air dengan PAM Jaya dalam membangun instalasi pengolahan air.
"Kami akan izinkan nantinya untuk bekerja sama antara Sumber Daya Air dengan PAM Jaya untuk air ini dikonsumsi atau digunakan oleh warga ataupun masyarakat, tetapi tentunya nanti PAM Jaya yang akan menghitung berapa apa tarif dan sebagainya," tuturnya.
Embung Kebagusan dibangun dengan anggaran sekitar Rp250 miliar yang digunakan untuk pembebasan lahan dan pengerjaan infrastruktur. Embung ini ditargetkan beroperasi pada Februari 2027.
Selain di Jakarta Selatan, Pemprov DKI juga tengah menyelesaikan pembangunan waduk dan embung di wilayah lainnya, termasuk di Jakarta Timur. Pada pekan depan, rencananya dua embung akan siap diresmikan.
"Memang ini bagian dari perencanaan kita ketika musim kemarau yang kebetulan panjang, kita menyelesaikan atau melakukan preventif untuk mencegah banjir yang ada di Jakarta ini," jelas dia.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum menjelaskan, Embung Kebagusan merupakan salah satu proyek pengendalian banjir dan tata air atau Jaktirta Project yang memiliki luas sekitar dua hektare.
"Embung Kebagusan ini merupakan hulu catchment dari Kali Mampang. Jadi banjir yang terjadi di hilir, ke hilir Kali Krukut, Kali Mampang, ini sebenarnya harus kita tangani tidak hanya di Kali Krukut-nya saja, tetapi dari hulu," jelas Ika.
Pembangunan Embung Kebagusan ini untuk mereduksi debit banjir di sistem aliran Saluran Phb Joe (Sistem Kali Mampang-Krukut) hingga sekitar delapan persen. Selain berfungsi untuk pengendali banjir, embung ini juga dimanfaatkan sebagai sarana publik dan ruang terbuka hijau.