Selasa, 13 Oktober 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 207
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan berkolaborasi dengan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Jakarta I memberikan penyuluhan pencegahan pradiabetes dan skrining gula darah.
"Mulai ditemukan pada anak dan remaja"
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Pemberdayaan Ibu dalam Pencegahan Pradiabetes pada Anak yang berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2026.
Lurah Kebagusan, Rudi Budijanto mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit tidak menular (PTM) sejak usia dini.
"PTM ini seperti hipertensi dan diabetes melitus yang saat ini tidak hanya dialami orang dewasa, tetapi juga mulai ditemukan pada anak dan remaja," ujarnya, Selasa (13/10).
Menurutnya, keterlibatan keluarga, khususnya ibu, memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat pada anak.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para ibu semakin memahami pentingnya menjaga pola makan, membatasi konsumsi gula, dan membiasakan aktivitas fisik pada anak sehingga risiko diabetes melitus dan komplikasinya dapat dicegah," terangnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Jakarta I, Kurniawati menjelaskan, program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam mencegah risiko pradiabetes pada anak usia sekolah.
Program ini tidak hanya diisi dengan penyuluhan kesehatan, tetapi juga mencakup pemeriksaan gula darah pada anak, senam bersama, serta pemantauan melalui kunjungan rumah.
"Melalui program ini, kami ingin mendorong peran aktif ibu dalam membentuk kebiasaan hidup sehat pada anak, mulai dari pemilihan makanan bergizi seimbang, pembatasan konsumsi gula, hingga peningkatan aktivitas fisik," bebernya.
Kurniawati menambahkan, hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu mengenai pencegahan pradiabetes pada anak sebesar 22,4 persen.
"Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu mengenai pentingnya pencegahan pradiabetes pada anak. Dengan demikian, diharapkan pengetahuan tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.
Ia menuturkan, tim pengabdian kepada masyarakat juga melaksanakan skrining gula darah pada anak sebagai bagian dari upaya deteksi dini gangguan kadar gula darah.
"Kegiatan senam bersama turut dilakukan untuk mendorong masyarakat membiasakan aktivitas fisik. Sementara itu, kunjungan rumah dilaksanakan untuk memantau sekaligus mendampingi keluarga dalam menerapkan pola hidup sehat," imbuhnya.
Kurniawati berharap, program tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya pencegahan diabetes melitus sejak anak-anak.
"Semoga para ibu dapat menjadi penggerak utama dalam membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan terhindar dari risiko diabetes melitus," tandasnya.