Jumat, 09 Oktober 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 253
(Foto: Istimewa)
Pemprov DKI Jakarta menjalin kemitraan strategis dengan Republik Korea untuk menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam penataan dan revitalisasi kawasan padat penduduk seluas 2,3 kilometer persegi di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Penataan meliputi Kampung Bali, Kebon Melati, dan Kebon Kacang dengan konsep tanpa penggusuran. Teknologi AI akan digunakan untuk mendesain kawasan, memetakan revitalisasi, hingga mendukung sistem pengawasan CCTV yang ditargetkan rampung pada 2028.
"Tidak ada salahnya bekerja sama dengan siapa saja,"
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah mendukung pemanfaatan teknologi tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Dengan kondisi AI yang sekarang sedang berkembang, saya pikir tidak ada salahnya Indonesia bekerja sama dengan siapa saja, selagi tujuannya untuk memajukan daerah dan masyarakat," ujar Ida, Jumat (9/10).
Namun, Ida mengingatkan agar penataan tetap melibatkan warga yang terdampak selama proses revitalisasi. Menurutnya, konsep tanpa penggusuran harus dibarengi solusi hunian sementara jika warga harus meninggalkan tempat tinggalnya untuk sementara waktu.
"Tanpa penggusuran bisa saja dilakukan. Tapi Pemda atau Dinas Perumahan harus menyiapkan tempat penampungan sementara sampai kawasan tersebut bisa tertata dengan baik," katanya.
Ida menilai, penggunaan AI dapat membuat proses penataan lebih efisien dan optimal. Meski demikian, koordinasi dan komunikasi dengan warga tetap menjadi kunci agar masyarakat memahami proses penataan dan dapat mempersiapkan diri.
"Pemda punya tugas memberikan pengertian kepada warga agar mereka tidak terkaget-kaget dan bisa menyiapkan diri," tuturnya.
Ia berharap, penataan kawasan padat penduduk dapat meningkatkan kualitas dan kelayakan hunian masyarakat. Menurutnya, kebutuhan penataan serupa juga terdapat di kawasan padat penduduk di Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Barat.
"Kan masing-masing juga ada wilayah padat penduduk yang memang harus diperhatikan," tandasnya.