Kamis, 08 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 220
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 230 pelajar memeriahkan Festival Pulau Tidung Bersinar bertajuk "Bersih, Indah, Nyaman, Aman, dan Ramah" yang diadakan Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu di kawasan Pantai Jembatan Cinta, Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan.
"Mengembangkan potensi terbaiknya"
Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkarya, berkreasi, dan mengembangkan potensi di luar pembelajaran di kelas.
"Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Anak-anak perlu diberi ruang untuk berkarya, berkreasi, dan mengembangkan potensi terbaiknya," ujarnya, Kamis (8/10).
Fadjar menjelaskan, meskipun wilayah Kepulauan Seribu relatif kecil, potensi dan cita-cita anak-anak di wilayah kepulauan harus tetap besar. Untuk itu, dukungan terhadap pendidikan berkualitas perlu terus diperkuat.
"Pulau boleh kecil, tetapi mimpi harus besar. Mari kita terus mendukung pendidikan berkualitas dan menumbuhkan generasi yang berkarakter, berprestasi, serta peduli terhadap lingkungan," terangnya.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana menjelaskan Festival Pulau Tidung Bersinar bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan bersama untuk membangun budaya pendidikan yang lebih baik.
"Sekolah yang bersih dan sehat tidak cukup diwujudkan hanya melalui petugas kebersihan. Kesadaran seluruh warga sekolah juga diperlukan agar kebersihan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari," ungkapnya.
Ia menuturkan, budaya memilah, memilih, dan mengolah sampah perlu ditanamkan kepada peserta didik sejak dini.
"Anak-anak juga perlu memahami bahwa sampah dapat dipilah, diolah, dimanfaatkan, bahkan memiliki nilai ekonomi," bebernya.
Nahdiana menekankan pentingnya menciptakan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak. Sekolah harus bebas dari kekerasan, perundungan, kriminalitas, serta berbagai risiko yang dapat mengganggu tumbuh kembang peserta didik.
"Setiap anak harus merasa diterima, dihargai, didampingi, dan dilindungi. Ketika kita menjaga anak-anak hari ini, sesungguhnya kita sedang menjaga masa depan Kepulauan Seribu dan Jakarta," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu, Muhammad Tohari menambahkan, Festival Pulau Tidung Bersinar diikuti sekitar 230 pelajar dari Pulau Tidung dan Pulau Payung.
Beragam kegiatan digelar dalam festival tersebut. Di antaranya pengukuhan Duta Jaga dan Olah Sampah Sekolah (JOSS) Cilik, pameran karya daur ulang, pentas seni, survei persepsi kenyamanan belajar siswa, hingga peluncuran gerakan literasi.
"Kami juga menghimpun gagasan dan mimpi anak-anak dalam buku antologi literasi bekerja sama dengan Kelompok Gerakan Literasi Jakarta. Dari pulau kecil ini, kami berkomitmen merawat mimpi besar anak-anak demi menyongsong masa depan Jakarta yang gemilang," tandasnya.