Selasa, 06 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 93
(Foto: Anita Karyati)
Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, menampilkan beragam inovasi dan potensi wilayah melalui Kelapa Gading Street Fest di kawasan Taman Jogging, Jalan Boulevard Raya.
"Semangat kolaborasi"
Kegiatan tersebut diadakan untuk menyambut Tim Verifikasi Lapangan (Verlap) Benyamin S Award 2026 sekaligus menunjukkan hasil kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, indah, nyaman, dan sejahtera.
Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat mengapresiasi semangat kolaborasi yang ditunjukkan Kelurahan Kelapa Gading Timur. Keterlibatan masyarakat dan berbagai pihak menjadi modal penting dalam menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan.
"Semangat kolaborasi lintas sektor sangat baik. Ini menjadi kunci dalam membangun lingkungan yang bersih, nyaman, dan berdaya," ujarnya, Selasa (6/10).
Hendra berharap, keikutsertaan Kelapa Gading Timur dalam Benyamin S Award tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan berbagai inovasi yang telah berjalan.
"Kami optimistis Kelapa Gading Timur mampu bersaing. Yang terpenting, inovasi dan kolaborasi yang sudah dibangun dapat terus berkelanjutan dan dirasakan manfaatnya masyarakat," terangnya.
Kepala Bagian Kerja Sama Pihak Ketiga Biro Kerja Sama Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta sekaligus Tim Verifikator Benyamin S Award 2026, Faisal menuturkan, Kelapa Gading Timur mampu menampilkan inovasi yang mewakili empat kategori penilaian, yakni bersih, indah, nyaman, dan sejahtera.
Penyelenggaraan festival menjadi salah satu cara kelurahan menunjukkan keterlibatan masyarakat sekaligus berbagai program yang telah dijalankan.
"Dari yang kami lihat, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Ini menjadi nilai tambah dalam proses penilaian," ungkapnya.
Faisal melihat potensi Taman Jogging 1 dan 2 untuk dikembangkan menjadi ruang publik yang dapat beroperasi selama 24 jam. Namun, rencana tersebut masih membutuhkan penguatan sejumlah fasilitas, terutama pencahayaan dan kamera pengawas atau CCTV guna menjamin keamanan pengunjung.
Ia menyebut, peluang kolaborasi dengan pihak swasta, pengembang, maupun LRT dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan taman tersebut.
"Jika konsep taman 24 jam dapat direalisasikan dengan dukungan berbagai pihak, tentu akan menjadi nilai lebih bagi Kelapa Gading Timur," ucapnya.
Faisal menegaskan, hasil verifikasi lapangan kali ini belum menjadi penentu pemenang. Seluruh finalis masih akan mengikuti penilaian akhir secara langsung pada 15 Oktober 2026.
"ni baru tahap awal. Masih ada sembilan kelurahan lain yang akan dinilai. Pemenang ditentukan berdasarkan penilaian akhir secara offline," bebernya.
Sementara itu, Lurah Kelapa Gading Timur, Nani bersyukur wilayahnya berhasil masuk dalam nominasi 10 besar Benyamin S Award 2026 tingkat Provinsi DKI Jakarta..
"Capaian ini merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan masyarakat, pelaku usaha, hingga sektor swasta," tuturnya.
Melalui Kelapa Gading Street Fest, lanjut Nani, ditampilkan berbagai indikator unggulan, mulai dari pengelolaan sampah, penataan taman, peningkatan kenyamanan lingkungan, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Alhamdulillah, ini merupakan hasil kerja bersama. Kami menampilkan berbagai program yang sudah berjalan," jelasnya.
Nani menambahkan, pengelolaan sampah menjadi salah satu kekuatan wilayahnya. Program pemilahan dan daur ulang yang dilakukan secara berkelanjutan mampu mendorong reduksi sampah hingga sekitar 40 ton per bulan.
"Berbagai inovasi ini diharapkan dapat menjadi bukti bahwa kolaborasi di tingkat kelurahan mampu menghasilkan lingkungan yang tidak hanya tertata, tetapi juga produktif dan memberikan manfaat bagi warga," tandasnya.