Kamis, 01 Oktober 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 216
(Foto: Folmer)
Sebagai upaya menjaga bangunan bersejarah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai merevitalisasi Masjid Cut Meutiah yang terletak di Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/10).
Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim mengatakan, revitalisasi dilakukan guna menjaga kelestarian fisik bangunan bersejarah peninggalan kolonial, sekaligus mempertahankan fungsi religi sebagai pusat syiar Islam yang inklusif.
Merawat warisan sejarah dan menjaga identitas Jakarta
"Revitalisasi Masjid Cut Meutia jadi prioritas, karena nilai historis unik yang berbeda dengan sarana tempat ibadah umumnya," ujar Ali.
Disebutkan Ali, sebelum ditetapkan menjadi masjid pada 1986 bangunan bergaya kolonial tersebut pernah difungsikan sebagai kantor pos.
Untuk itu, kata Ali, revitalisasi memerlukan pendekatan khusus agar tidak merusak struktur asli serta menggabungkan dua aspek vital yakni wisata religi dan sejarah.
Ia juga meminta pelaksana proyek revitalisasi menerapkan standar "empat tepat" yakni tepat waktu, mutu, anggaran, dan manfaat.
"Renovasi fisik masjid dilakukan kontraktor spesialis yang memahami karakteristik bangunan tua untuk menghindari kerusakan struktural, seperti kemiringan bangunan yang sudah ada sejak awal," tuturnya.
Dari sisi pendanaan, lanjut Ali, revitalisasi Masjid Cut Meutia menggunakan pembiayaan kreatif melalui tanggung jawab sosial atau CSR perusahaan.
"Jadi, ini tidak membebani kas daerah. Kami mengucapkan terima kasih kepada CSR yang terlibat dalam revitalisasi Masjid Cut Mutia," ucap Ali.
Ali menegaskan, setelah direvitalisasi nanti Masjid Cut Meutia tetap menjadi ruang publik yang terbuka dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat termasuk non-Muslim, tanpa kehilangan identitas sebagai pusat ketenangan dan syiar Islam.
"Pemerintah bertanggung jawab melanjutkan estafet sejarah ini kepada generasi penerus. Jangan sampai bangunan ini rusak. Revitalisasi ini adalah ikhtiar bersama merawat warisan sejarah dan menjaga identitas Jakarta," tandasnya.