Rabu, 30 September 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 165
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan berhasil melayani sebanyak 89 warga dalam layanan jemput bola administrasi kependudukan (Adminduk) di halaman Pasar Pondok Labu, Kecamatan Cilandak.
"Secara mudah dan gratis"
Kepala Suku Dinas Dukcapil Jakarta Selatan, Salimin mengatakan, layanan bertajuk Urusan Beres di Pasar Pondok Labu ini bertujuan memberikan kemudahan kepada warga, khususnya pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pasar, dalam mengurus kelengkapan dokumen kependudukan.
"Kami tahu mereka ini kesulitan mendatangi kantor pelayanan karena kesibukannya beraktivitas jual beli di pasar. Kami hadir agar mereka tetap bisa mendapatkan dokumen kependudukan secara mudah dan gratis," ujarnya, Rabu (30/9).
Salimin menjelaskan, dari 89 warga yang dilayani, sebanyak tiga orang melakukan perekaman KTP elektronik karena berusia 16–17 tahun. Kemudian, 65 orang melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Kemudian, empat warga mendapatkan layanan pencetakan Kartu Keluarga (KK), satu orang mencetak Kartu Identitas Anak (KIA), dan enam orang melakukan pencetakan KTP elektronik. Sementara, 13 warga lainnya memanfaatkan layanan konsultasi terkait kelengkapan administrasi kependudukan.
"Alhamdulillah, mereka sangat antusias, baik pembeli maupun pedagang pasar. Mereka menikmati layanan yang kami berikan," terangnya.
Menurutnya, layanan jemput bola ke lokasi dengan aktivitas warga yang padat, seperti pasar akan terus digencarkan. Upaya ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat sekaligus meningkatkan cakupan kepemilikan dan pemutakhiran dokumen administrasi kependudukan.
"Layanan ke sekolah, ke lingkungan permukiman warga, itu masih terus kami lakukan. Semoga dengan kami terus melakukan jemput bola, warga semakin sadar akan kelengkapan Adminduk," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Nurhasanah menuturkan, sangat mengapresiasi layanan jemput bola yang diadakan di pasar. Keberadaan layanan tersebut sangat membantu warga yang sehari-hari disibukkan dengan aktivitas berdagang.
"Kalau bisa, layanan jemput bolanya jangan dilakukan sehari saja. Harus rutin dilakukan, terutama di pasar yang memang aktivitas warganya cukup ramai," tandasnya.