Selasa, 29 September 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 172
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara mengadakan September Festival Sehat 2026 di Plaza Barat Kantor Wali Kota setempat.
"Manfaatnya benar-benar dirasakan"
Mengusung tema "Sinergi Gemarikan, Cegah Rabies, Bimtek, dan Cultura Market Menuju Jakarta Utara Sehat", kegiatan tersebut memadukan edukasi gemar makan ikan (Gemarikan), pencegahan rabies, bimbingan teknis pengolahan hasil pertanian, serta promosi produk usaha kecil dan menengah (UKM).
Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat mengatakan, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat ketahanan pangan, kesehatan lingkungan, dan perekonomian keluarga.
"Tidak boleh ada ego sektoral. Semua pihak harus bergerak bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya, Selasa (29/9).
Hendra mengapresiasi pelaksanaan layanan vaksinasi rabies dan sterilisasi hewan penular rabies (HPR) secara gratis. Kegiatan tersebut penting untuk menjaga kesehatan lingkungan sekaligus mempertahankan status DKI Jakarta sebagai daerah bebas rabies sejak 2004.
"Sebagai wilayah pesisir, Jakarta Utara memiliki potensi hasil laut yang besar. Orang tua perlu membiasakan anak mengonsumsi ikan sejak dini untuk mendukung pertumbuhan dan kecerdasan," terangnya.
Ketua TP PKK Jakarta Utara, Fida Hendra menambahkan, program Gemarikan menyasar sekitar 200 anak TK/PAUD dari enam lembaga. Edukasi dilakukan dengan mengenalkan berbagai olahan ikan yang ramah bagi anak, seperti bakso, katsu, dan nugget.
"Ikan kaya protein, omega-3, DHA, vitamin, dan mineral yang penting untuk tumbuh kembang anak. Konsumsinya perlu dibiasakan sejak dini," ungkapnya.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok memaparkan, September Festival Sehat merangkum empat agenda utama, yakni Gemarikan, sterilisasi HPR, bimbingan teknis diversifikasi olahan hasil pertanian, dan Cultura Market.
Ia menuturkan, sekitar 19.000 anak terindikasi stunting di DKI Jakarta, dengan 4.080 anak di antaranya berada di Jakarta Utara. Pemprov DKI Jakarta menargetkan prevalensi stunting turun dari 17,4 persen menjadi 14,2 persen.
"Kami mengapresiasi kegiatan ini. Empat agenda menjadi satu rangkaian untuk memperkuat ketahanan pangan, kesehatan hewan, dan ekonomi masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Novy Christine Palit menyampaikan, kegiatan tersebut juga diisi bimbingan teknis diversifikasi olahan hasil pertanian dan Cultura Market yang melibatkan 22 pelaku usaha binaan Jakpreneur.
"Ini merupakan kolaborasi terintegrasi antarseksi untuk memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat," imbuhnya.
Novy menyebut, layanan sterilisasi gratis menargetkan 250 kucing, terdiri atas 150 kucing jantan dan 100 kucing betina. Pelaksanaan kegiatan tersebut bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
Selain itu, warga mendapatkan bibit tanaman gratis dan pemeriksaan kesehatan. Anak-anak juga memperoleh konsumsi serta bingkisan melalui dukungan sejumlah mitra.
"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan menyukseskan kegiatan ini. Ke depan, kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut setiap tahun dan melibatkan lebih banyak masyarakat," tandasnya.