Senin, 28 September 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 235
(Foto: Nugroho Sejati)
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Manuara Siahaan mendorong perluasan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) ke sejumlah wilayah di Jakarta.
Hal itu disampaikan Manuara usai peringatan 24 tahun HBKB di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (27/9). Menurutnya, pelaksanaan HBKB tidak harus terpusat di kawasan Sudirman-Thamrin.
"Yang penting jangkauannya diperluas,"
Ia menyebut, sejumlah kawasan seperti Blok M, Kota Tua, Gatot Subroto hingga Slipi dapat dikaji sebagai lokasi HBKB. Perluasan ini diharapkan membuat manfaat HBKB dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
"Yang penting jangkauannya diperluas. Jadi kalau selama ini misalnya Sudirman-Thamrin, diperluas misalnya ke Kota, diperluas sampai ke Blok M," ujar Manuara, Senin (28/9).
Dikatakan Manuara, HBKB tidak hanya berkontribusi mengurangi emisi kendaraan, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat, membuka ruang interaksi sosial, serta mendukung pemberdayaan UMKM. Momentum tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan publik seperti administrasi kependudukan, Samsat, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.
Manuara juga menyatakan usulan HBKB digelar dua kali sepekan, termasuk pada Sabtu dapat dipertimbangkan. Namun, penambahan hari dan ruas jalan perlu didasarkan pada kajian yang mempertimbangkan aktivitas masyarakat dan perkantoran pada akhir pekan.
"Prinsipnya kita setuju tetapi berdasarkan kajian. Tidak boleh memperluas ruas, menambah ruas jalan, dan menambah titik konsentrasi kalau tidak berdasarkan kajian akademis," katanya.
Di sisi lain, Manuara juga mendorong pemanfaatan teknologi serta pendekatan berbasis vegetasi untuk mendukung penyerapan karbon dioksida dan karbon monoksida.
Menurutnya, pengendalian emisi perlu dilakukan secara komprehensif dan tidak hanya mengandalkan pelaksanaan HBKB.
"Jadi secara teknologi ini boleh secara biologis ya yang ada tumbuhan yang menyerap-nyerap karbon monoksida dan karbon dioksida. Itu bisa kita buat kok secara natural, secara alami," tandasnya.